Senin, Oktober 12, 2009

Gaya Hidup Orang-orang Kaya

Ada satu lembaga penelitian  sekuler  di USA yg meneliti tentang orang-orang bahagia. Karena  ini lembaga  sekuler, ukuran bahagia pertama adalah banyaknya  uang, maka lembaga  tersebut mensurvey orang-orang  kaya (milyuner) dengan sample awal sebanyak lebih dari 200 ribu orang milyuner. Dari 200  ribu itu disaring kadar  bahagianya berdasarkan  berbagai  parameter  termasuk keluarga  tersebut.

Hasil saringan terakhir ada sekitar 200  orang yang   dianggap sangat bahagia, karena selain kaya,  bisnisnya luar  biasa, menikmati  hidup,  keluarganya  beres. Hasil survey tersebut ditulis dalam buku karangan  Thomas Stanley berjudul "The  Millionaire  Mind". Orang-orang kaya tersebut rata-rata  sudah  berumur,  mereka adalah orang kaya dalam satu  generasi, artinya bukan kaya warisan,  tapi kaya dengan  modal zero,alias kerja sendiri. Kemudian   orang-orang ini  diwawancara satu per satu secara detail, dan  di-summary-kan  gaya hidup  orang-orang  tersebut,

Berikut  10 gaya hidup orang-orang kaya tersebut:

1.  Orang-orang tersebut FRUGAL =  HEMAT

Artinya: Mereka penuh  pertimbangan  dalam memanfaatkan  uang mereka. Untuk membeli sesuatu,  pikir-pikir dulu  sekitar 20 kali,  tipe orang yang  tanya sama Tuhan tentang segala sesuatu pengeluaran. Mereka tidak diperbudak mode,  meskipun tidak kuno,  tapi modis.  Mereka tahu  dimana beli barang  bagus tapi murah.

2. Orang-orang  tersebut selalu  hidup di bawah  income mereka

Tidak hidup gali  lobang tutup lobang alias  anti utang.

3. Sangat loyal terhadap  pasangan, tidak cerai  dan setia!

4. Selalu lolos dari prahara  baik  dalam keluarga/bisnis

Di USA sering  resesi ekonomi, mereka  selalu  lolos. Setelah ditanya apa kunci lolosnya, jawabannya:  "Overcoming  worry and fear with The Bible and  pray,with faith to God.We have God and His word"

5. Cara berpikir mereka berbeda (They think  differently from  the crowd)

Dalam  segala segi  dengan  orang-orang kebanyakan cara berpikir mereka berbeda.

Contoh:

Kita kalau ke mall,  memikirkan untuk menghabiskan uang,  mereka malah  survey mencari bisnis apa yang paling laku di   mall. Mereka "man of production" bukan "man   of consumption"

6. Ketika ditanya kunci  suksesnya;

a. Punya integritas = omongan dan janji bisa dipegang   dan dipercaya.

b. Disiplin

Tidak mudah dipengaruhi,  dalam  segala hal, termasuk disiplin dalam hal makanan,  mereka orang  yang tidak sembarangan  konsumsi makanan. Tidak  serakah.

c. Selalu mengembangkan social skill

 Cara bergaul,belajar getting  along  with people, belajar  leadership, menjual ide, mereka orang yang meng-upgrade dirinya,  tidak malas belajar.

d. Punya pasangan yg support

Pasangan yang selalu   mendukung dalam keadaan enak/tidak enak. Menurut mereka,  integrity  dimulai di rumah,  kalau  seorang suami/istri tidak bisa dipercaya di rumah, pasti tidak bisa  dipercaya diluar.

7. Pembagian waktu/aktivitas,

Paling banyak untuk hal-hal berikut:

a. Mengajak anak dan cucu sport/olahraga,

Alasannya:  dengan  olahraga bisa meningkatkan fighting spirit yang penting untuk  pertandingan rohani untuk menang  sebagai orang beriman,  untuk bisa sportif  (menerima  kenyataan, tetapi dengan semangat untuk memperbaiki  dan  menang).

b. Banyak memikirkan tentang   investment.

c. Banyak waktu berdoa, mencari hadirat  Allah,  belajar  Firman.

Ini menjadi    lifestyle mereka sejak   muda.

d. Attending religious  activities.

e.  Sosializing with children and  grand child.

f.  Entertaining with friends,

Maksudnya bergaul,  membina  hubungan.

8. Have a strong religious faith, dan  menurut mereka   ini kunci sukses mereka.

9. Religious  millionaire

Mereka tidak pernah memaksakan suatu  jumlah aset sama   Tuhan, tapi mereka belajar mendengarkan suara Tuhan, berapa   jumlah  aset yang Tuhan inginkan buat mereka. Minta guidance untuk   bisnis. Mereka  bukan type menelan semua tawaran  bisnis yang disodorkan  kepada mereka,  tapi tanya Tuhan  dulu untuk mengambil keputusan.

10.  Ketika ditanya tentang siapa  mentor mereka,  jawabannya adalah TUHAN.

Tidak ada komentar: