Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan

Senin, Juni 08, 2009

Tirta Nirwana Songgoriti



Traveling kali ini masih di seputar Malang Raya tepatnya ke Kota Batu. Orang menyebutnya Songgoriti tapi lebih tepatnya Taman Wisata Tirta Nirwana Songgoriti. Objek ini berdasarkan rekomendasi teman saya sekaligus “guide” buat traveling kali ini yaitu Mas Ananda Susanto. Beliau yang menawarkan objek ini karena kami sama sekali belum kesana meskipun sudah beberapa kali kami lewat di depan gerbangnya.

Gerbang Masuk dan Karcis
Setelah melewati alun-alun Kota Batu untuk mencapai tempat wisata ini kita harus menuju ar ah keluar kota yaitu ke arah Pujon. Tepat di tanjakan sebelah kiri jalan sebelum Pon Bensin terletak Taman Wisata Tirta Nirwana Songgoriti. Dari gerbang utama di tepi jalan kurang lebih 100 m ada tempat pembelian karcis masuk seribu rupiah. Tiba di tempat wisata dengan Rp 7.500/orang kita akan mendapat ijin masuk ke dalamnya. Selain itu ketika keluar kita juga mendapat pungutan parkir seribu rupiah lagi. 

Taman dan Patung
Memasuki tempat wisata kita akan disambut patung anak-anak yang memainkan alat musik. Kalo tidak salah ada tiga buah patung disitu. Semakin ke dalam kita akan disambut dengan rimbunya pepohonan dan cemara serta taman. Taman ini begitu luas dan asri serta dilengkapi dengan patung berbagai jenis binatang purba. Selain itu terdapat berbagai jenis ayunan untuk memanjakan pengunjung terutama anak-anak. Taman ini biasanya digunakan oleh para pengunjung untuk duduk-duduk dan makan siang bersama.

Replika Buah-Buahan
Tiba di area selanjutnya ada beberapa replika buah-buahan dalam ukuran besar. Ada buah apel, nanas, strawberry, jambu monyet dan buah salak. Didalam replika buah-buahan ini terdapat tempat duduk untuk berteduh karena masing-masing buah terdapat lubang besar di dalamnya. Selain itu terdapat patung robot dan patung art action para pendekar. Menarik melihat replika yang begitu mirip dengan aslinya ini.

Kolam dan Becak Air
Tiba di area selanjutnya terdapat kolam besar dimana terdapat tiga pulau di dalamnya. Satu pulau berisi patung Sun Go Kong dan kawan-kawan ketika menyeberangi sungai menaiki raksasa kura-kura. Benar benar diorama yang eksotik. Di pulau kedua terdapat patung yang hampir sama dengan yang pernah saya lihat di jakarta yaitu patung Ksatria menaiki kereta kencana yang ditarik beberapa ekor kuda. Sayang sekali penulis tidak mengetahui siapa tokoh tersebut yang pasti dia merupakan salah satu tokoh cerita pewayangan. Pulau ketiga adalah sebuah pulau kecil dengan terdapat patung seperti pohon tinggi yang diukir serupa patung zaman inca. Kalo sepintas dilihat seperti Patung Burung Hantu. untuk memperindah pulau ini disepanjang tepiannya ditanami berbagai macam bunga mawar dengan berbagai macam warna dan jenisnya. Pulau ini juga dihubungkan dengan jembatan melengkung yang indah dengan tepian kolam yang bisa dilewati bagian bawahnya.
Untuk menikmati pemandangan sepanjang kolam pengunjung bisa menyewa becak air dan perahu. dengan merogoh kocek sebesar Rp. 5.000,00 kita bisa menyewa perahu dan becak air selama 15 menit. Berdasarkan pengalaman jika pengunjungnya sepi kita bisa menyewa selama mungkin. Tapi kalo pengunjungnya rame jika 15 menit lewat maka kita akan dipanggil melalui pengeras suara untuk menyerahkan perahu dan becak air yang kita sewa. 
Area bermain Anak
Area di bawah kolam becak air adalah taman luas untuk tempat bermain anak-anak. Tentu saja area ini dilengkapi dengan berbagai jenis mainan anak-anak seperti ayunan, jungkat jungkit, dan berbagai jenis mainan lainnya. Tidak lupa taman ini dilengkapi dengan berbagai jenis patung mulai dari patung hewan seperti gajah dan juga patung cerita anak-anak seperti putri salju dengan tujuh kurcacinya.
Kolam Renang
Nah area terakhir yang bisa dikunjungi juga adalah area kolam renang. Kalo tidak salah ada dua kolam renang besar disini. satu kolam renang untuk anak-anak dan satu kolam renang untuk dewasa. Kolam renang ini airnya sangat jernih dan airnya sangat dingin. Tak lupa juga disediakan kamar mandi toilet dan musholla dan semuanya gratis.  
Pasar Buah, Sayur dan Tanaman
Tak lengkap rasanya kalo maen ke Songgoriti tanpa mampir ke Pasar buah, sayur dan tanaman di sampingnya. Disini tersedia aneka sayuran pegunungan dan buah-buahan seperti mangga, apel, alpukat dan sebagainya. tentu saja dengan harga yang masih bisa ditawar. Tentu saja penulis tertarik dengan pasar bunga. Sementara ibu-ibu berkeliling membeli sayuran dan buah-buahan. Ada berbagai macam bunga dijual disini dan aneh-aneh namanya. Ada yang namanya bunga Leak Bali. Bunga ini daunnya berwarna merah kehitam-hiataman kecil kecil dan tidaka akan keluar bunganya. Selain itu ada yang namanya Pohon Sikat Botol. Pohon ini daunnya kecil-kecil dan bunganya berwarna kemerahan dan akalo sudah besar maka rantingnya akan menjuntai ke bawah. terus terang ini bunga favorit penulis yang dicari cari selama ini sayang bapak penjualnya belum membawanya karena masih kecil dan ada di rumahnya. Terpaksa lain hari kita mesti hunting lagi Mas Nanda he he he...
Karena sudah sore dan hujan rintik-rintik dengan terpaksa kita pulang kembali ke Malang dalam keadaan basah kuyup di jalan.

-Terima Kasih Tuhan atas tempat-tempat indah yang Engkau ciptakan bagi kami. Thanks juga buat Mas Nanda dan keluarganya atas Guidancenya (Kapan kita maen-maen lagi nih...?-

Riverside 24 Mei 2009 sambil nonton “Sacredly Agnezious-nya Agnes Monika”



Rabu, Mei 13, 2009

Selecta Overview



Selecta merupakan salah satu tempat tujuan wisata utama Kota Malang. Kalo anda pernah ke Malang tapi belum ke Selecta maka seperti anda ke Jakarta tapi belum melihat Monas. Sebetulnya Selecta sendiri terletak di Kota Batu, kira kira sekitar 30km dari kota Malang atau satu jam perjalanan dari kota Malang.

Dilihat dari sejarahnya Selecta merupakan tempat peristirahatan dari zaman dulu. Hal ini dapat kita lihat dari adanya hotel dan bungalow serta vila-vila di sekitarnya. Udaranya yang sejuk serta pemandanganya yang indah sangat mendukung hal tersebut.

Dari alun alun kota Batu arah perjalanan akan menuju ke Hotel Selecta. Di pintu masuk kita akan dicegat oleh penjaga karcis untuk membayar karcis masuk. Setiap orang akan ditarik biaya Rp. 10.000,- per orang dan karcis motor atau mobil. Dari situ kita akan melewati Hotel Selecta yang artistik dan bersejarah. Dan memasuki tempat wisata kita akan dicek lagi apakah sudah mempunyai karcis tanda masuk atau belum. Setelah memasuki areal parkir, kita akan dihadapkan pada akuarium dari kaca memanjang yang berisi berbagai jenis ikan mas yang besar-besar. Ikan berwarna-warni tersebut sangat menarik apalagi jika kita memberinya makan.

Disamping akuarium dan kolam ikan terdapat 3 restoran besar yang menawarkan berbagai makanan setempat. Tepat ditengah-tengah ketiga restoran terdapat kolam renang besar yang beair dingin. namun jika anada sehabis berenang dan kedinginan bisa mandi air panas tentu saja dengan menambah biaya. O ya, di kolam renang tersebut terdapat papan luncur yang tinggi. Selain itu terdapat papan loncat yang bertingkat yang bisa dicoba satu-satu. Tak lupa juga kolam renang ini dilengkapi dengan bagian khusus untuk anak-anak dan dewasa. Hal lain yangmembuat tempat wisata ini menarik adalah adanya berbagai macam bunga yang ditanam di taman yang luas. Bunga-bunga tersebut ditanam dalam petak-petak. Setiap petak ditanami satu jenis bunga dan pastinya bunga tersebut berwarna seragam. Penataan yang sungguh indah dan sedap dipandang mata.

Pemandangan lain yang tak kalah menariknya adalah adanya patung kepala singa dan dinosaurus. Patung kepala singa sebagai lambang arema dibuat sangat besar dan dan memiliki terowongan sehingga kita bisa masuk kedalamnya seolah-olah ditelan singa. Sedangkan patung dinosaurusnya dilengkapi dengan air mancur yang airnya menyemprot tepat di tenggorokan patung tersebut.

Masih seputar wisata air, disamping kolam renang disini juga terdapat kano dan bebek air. Untuk menikmati permainan ini anda diharuskan membayar Rp. 15.000,- per 15 menit. Tapi bus bila mengajak anak kecil naik bebek air atau kano anda har us berhati-hati. Pernah penulis menyaksikan seorang anak kecil yang terjatuh di kolam dan terpaksa ayahnya menceburkan diri untuk menolong anak tersebut. Sempitnya terowongan yang menghubungkan dua buah kolam yang ada adalah penyebabnya. Sehingga banyak kano atau bebek air yang berdesakdesakan dan bertabrakan disitu.

Tak puas disitu saja diareal parkir mobil terdapat pasar. Ada empat jenis barang yang diperjualbelikan disini. Pertama adalah pasar bunga. Pasar bunga ini menjual berbagai jenis bunga baik bunga lokal maupun bunga dari daerah lain. Dari kaktus sampai bonsai. Semua bunga lengkap dijual disini dari bunga yangharganya murah sampai yang mahal.

Pasar yang kedua menjual berbagai oleh oleh. Ada krupuk tahu, keripik tempe, apel, jeruk, kesemek. Tinggal anda pilih tergantung selera dan kantong Anda. Jenis barang ketiga adalah sayuran. Berbagai jenis sayur khas pegunungan seperti wortel, sawi, kol, bayam dijual disini dan masih seger-seger. Dan jenis barang terakhir adalah berbagai macam bakso tapi tetep saja bakso malang namun lain-lain penjualnya. Selain itu ada berbagai jenis sate seperti sate kelinci dan sate kambing serta sate ayam.

Nah sungguh menarik bukan. Jika anda belum kesana, suatu saat perlu diagendakan dalam tempat tujuan wisata selanjutnya. Selamat berwisata Go Green!  


Selasa, Maret 24, 2009

Waduk Karangkates

Lokasi traveling kali ini direkomendasi oleh rekan-rekan kantor penulis. Waduk ini berada di Kabupaten Malang, sekitar 15km dari ibukota Kabupaten yaitu Kota Kepanjen atau sekitar 30 km dari kota Malang. Bila ditempuh dengan kendaraan bermotor dari kota Malang memakan waktu perjalanan sekitar 2 jam.

Perjalanan ke Waduk Karangkates kami mulai sekitar pukul 08.00 pagi dengan naik kendaraan bermotor dari Kota Malang. Setelah melewati Pasar Gadang kira kira 500m terdapat pertigaan kalo lurus menuju ke arah Dampit dan kalo belok ke kiri ke arah Kepanjen. Anda harus mengambil arah kiri yaitu ke arah Kepanjen. Sepanjang perjalanan ke arah Kepanjen jalannya lurus agak sepi dan dipenuhi perkebunan tebu disamping kanan kiri jalan. Setelah memasuki kota Kepanjen maka perjalanan menuju kota Blitar. Nah di perbatasan Kabupaten malang dan Kabupaten Blitar inilah terdapat Waduk Karangkates.

Sekitar pukul 10.00 kami memasuki gerbang Waduk Karangkates di sebelah kiri jalan. Di pintu masuk terpampang nama tempat wisata ini yaitu Tempat Wisata Waduk Dr. Sutami Karangkates. Setelah membeli tiket seharga Rp. 4.000,- rupiah per kepala kami memasuki areal wisata. Waduh ternyata harapan dan impianku untuk melihat Waduk Karangkates seperti halnya Waduk Selo tidak terpenuhi. 

Memang terdapat areal bermain untuk anak tetapi beberapa besinya sudah karatan. beberapa hewan yang dipelihara seperti rusa dan monyet keadaanya cukup memprihatinkan. Bahkan anakku sampai kasihan melihat monyetnya karena disamping kandangnya yang cukup kecil monyet itu kepanasan karena tidak ada pohon pelindung yang cukup teduh.

Kamipun berjalan ke dekat waduk dengan harapan ada perahu yang bisa disewa untuk keliling danau. Ternyata yang ada hanya beberapa pekerja yang sedang membersihkan danau dari ancaman enceng gondok. Satu-satunya harapanku adalah sebuah perahu yang ditambatkan yang kelihatannya bisa disewa. namun betapa kecewanya kami melihat tidak ada seorangpun yang duduk disitu apalagi ada orang yang menawarkan perahu tersebut untuk disewakan. Terpaksa kami hanya duduk-duduk disitu dan menikmati pemandangan serta berfoto-foto ria di tepi danau.

Setelah dirasa cukup kamipun mencoba berkeliling danau ternyata disebelah timur terdapat kolam renang yang baru dalam tahap pembangunan. Yah sambil jalan2 untuk menghabiskan waktu kamipun duduk-duduk sambil makan kacang. Akhirnya dengan kecewa kamipun menyeberangi jalan keluar dari lokasi Waduk Karangkates. 

Ternyata di seberang jalan terdapat satu Waduk lagi yang lumayan bagus karena selain dilengkapi arena bermain, lokasinya juga cukup sejuk. Setelah berkeliling dan melihat lokasi waduk dari atas jembatan kamipun berhenti di tepi jalan masuk. nah disini terdapat 3 gazebo tempat kita bisa duduk duduk melepas lelah dan menikmati makanan yang ada.

Setelah berhasil menguasai salah satu gazebo kamipun memesan beberapa mangkok bakso dan es dawet ayu. Giliran kami menikmati bakso dan es dawet tiba-tiba mangkok dan gelasnya diminta oleh penjual baksonya padahal baru separo yang termakan. Nah lho.... ternyata eh ternyata ada satpam yang naik motor keliling untuk mengusir mereka para pedagang keliling. Terpaksa bakso dan es dawet dihabiskan cepat-cepat dech. Setelah kami bayar tukang bakso dan es dawetnyapun ngeloyor pergi takut dimarahi satpam lokasi wisata. 

Jadilah kami menonton kucing-kucingan tukang bakso dan penjual es dengan satpam. berulang kali penjual bakso dan es datang dengan motornya. Pak satpampun dengan sigapnya berkeliling mengusir mereka. Tetapi begitu satpamnya pergi pedagang kelilingpun datang lagi. Padahal disitu sudah terdapat papan peringatan dilarang berjualan di trotoar. Tetapi ini Indonesia bung! dimana urusan perut dan aturan kadang saling berlawanan dan terjadilah tragedi tom and jerry versi Indonesia. 

Sebenarnya antara pedagang dan pengelola wisata ada simbiosis mutualisma. Pedagang makannanya terjual dan dapat untung. Sementara pengelola juga untung karena banyak yang datang berkunjung dan ramai karena yang kami lihat banyak orang yang berhenti bukan hanay menikmati hawa segar dan pemandangan waduk saja, mereka juga ingin melepas lelah dan mengisi perut yang kososng sehabis perjalanan jauh. Tetapi entah kenapa simbiosis ini tidak berjalanan dengan semestinya padahal kalo mereka bersinergi bisa menguntungkan keduanya.

Setelah cukup beristirahat dan kenyang menikmati bakso sekitar pukul 13. 00 kamipun pulang ke Kota Malang. Buat para backpackers dan travelers Waduk Karangkates kayaknya terlalu “bagus” untuk direkomendasikan karena masih minim fasilitas dan pengelolaannya. Kalo buat pacaran kayaknya cocok he he he... namun aku gak merekomendasikan lho.... See next time untuk tempat wisata lainnya. Salam Bocah Petualang!
  
Riverside, 23 Maret 2009 jam 7.44 PM



Rabu, Maret 18, 2009

Agrowisata Kusuma Batu

Perjalanan traveling kami minggu ini kami lakukan ke Agrowisata Kusuma Batu. Selain sudah terkenal di Malang Raya dan sekitarnya karena keunikannya juga karena belum sekalipun kami kesana. Kebetulan temenku Rio dan keluarganya mengajak kami kesana dengan naik sedannya.  

Kami berangkat sekitar pukul 11. 00 siang pas panas menyengat dengan teriknya di Malang Raya dan sekitarnya. Perjalanan dari Malang ke Batu kami lalui kurang lebih selama setengah jam. Setelah sampai di pertigaan Pasar Batu mobil berbelok ke kanan dan menaiki tanjakan lalu mobil berbelok ke kiri dan sekali lagi berbelok ke kanan menuju gerbang Agrowisata Kusuma. 

Sebetulnya Agrowisata Batu terdiri dari hotel, cottage (rumah vila kecil yang dibuat berkelompok), restoran dan kebun buah. Pertama kali tiba kita akan disambut dengan Hotel Agrowisata Batu yang menonjolkan arsitektur perkebunan tanpa kehilangan sentuhan modernisasi. Mobilpun meluncur ke lokasi restoran, walaupun tidak ada tujuan kami untuk makan minum menurut Rio ini tempat paling aman dan nyaman untuk parkir mobil. 

Beberapa meter dari tempat parkir terdapat tempat bermain anak anak dilengkapi dengan mainan anak-anak dan tentu saja patung-patung hewan besar seperti dino, gajah dan jerapah. Selanjutnya di sebelah kanan jalan terdapat persewaan kuda tunggang yang bisa disewa untuk sekedar berkeliling ke areal wisata bila kita capek berjalan kaki. Ada kuda poni juga disini lho.

Memasuki gerbang pintu masuk kita akan dihadapkan pada berbagai pilihan wisata. Pertama ada paket bermain softgun, kemudian ada areal menembak. Dan yang paling utama dan paling dicari wisatawan adalah wisata kebun yaitu petik buah. 

Pihak penyelenggara wisata memberikan berbagai paket pilihan wisata. Mulai dari paket wisata petik jambu, petik apel sampai petik strawberry. Tentu saja masing-masing paket memiliki harga dan tawaran khusus. Paket ini disatukan dengan pilihan menu makan siang. Paket berkisar dari Rp26.000,00 sampai Rp 45.000,00 per paketnya. Akhirnya kami memilih paket wisata petik apel, jambu lengkap dengan makan siangnya.

Setelah membeli tiket kami diberikan softdrink berupa jus apel dalam kemasan kecil. Selanjutnya masing-masing rombongan dapat memilih guide wisatanya masing-masing. Selain itu mereka yang capek berjalan kaki dapat meminta naik mobil. Tapi kami memilih jalan kaki karena esensi wisata agro akan lebih dapat dinikmati sambil berjalan kaki dan menikmati pemandangan yang ada. 

Selepas dari pintu tiket mulai berjejer berbagai wahana wisata. Wahana wisata pertama yang dapat kita temui adalah arena latihan menembak kemudian sebelahnya adalah arena bermain anak dimana terdapat sepurmini khusus untuk anak-anak. Selanjutnya kita dapat menjumpai kebun bunga yang menjual berbagai macam bunga khas malang baik yang lagi ngetren seperti adenium, aglonema maupun bunga biasa seperti mawar melati dan lain sebagainya.

Setelah itu kita akan menjumpai restoran, dimana wisatawan yang sudah capek dan laper abis muter- muter dapat mampir dan mengisis perut disini. Walapun perjalanan ke kebun buah agak jauh tetapi tidak akan terasa karena disamping pemandangan yang indah, di setiap pinggir jalan menuju kebun buah terdapat berbagai macam wahana dan kandang berbagai macam unggas seperti ayam bangkok, ayam kate, ayam kanada, buaya dan sebagainya.

Tiba di kebun buah setiap wisatawan akan dilepas untuk memetik buah sesuai paket yang dibeli. Mereka yang membeli paket buah apel akan menyerbu pohon-pohon apel yang siap dipetik. Sayangnya setiap orang hanya boleh memetik 2 buah apel dan tidak boleh dimakan di kebun itupun dengan areal yang terbatas dan pengawasan ketat para guide. Demikian pula dengan kebun yang lain seperti kebun jambu biji dan strawberry. Padahal dari cerita yang pernah kami dengar dulu setiap orang bebas memetik apel dari pohonnya dan makan di kebun. 

Akhirnya dengan sembunyi-sembunyi banyak wisatawan yang memetik buah lebih dari 2 dan makan sembunyi-sembunyi di dalam kebun. Walaupun diakui bahwa buah apel yang dipetik sangat manis namun apelnya sudah kecil-kecil dan banyak yang jatuh dari pohonnya.

Selepas memetik buah apel dan jambu para wisatawan kembali ke restoran untuk makan siang. Makan siang ini termasuk dalam paket yang kami pilih. Dari hasil investigasi ternyata nyonya-nyonya memilih menu lalapan ayam dan nasi goreng. Lumayan juga masakan disini atau memang kami yang sudah terlalu lapar sehingga setiap masakan terasa enak. Pas menikmati santap siang kita bisa bernyanyi atau mendengarkan lagu-lagu hits dari organ tunggal yang disediakan penyelenggara.

Setelah kenyang perjalanan kami lanjutkan ke kebun bunga. Terdapat bunga2 bonsai dengan harga 50-ribuan dan ada juga biji-bijian bunga yang ditawarkan dengan harga 35rb satu renteng terdiri dari berbagai macam bunga. Kami membeli 2 macam bunga dengan harga 20rban. Buat oleh-oleh pulang minimal ada kenang-kenangan dari sini pikirku.
 
Akhirnya kembalilah kami ke tempat parkir dan cukup puas menikmati wisata agro ini. dengan dikomandani nyonya-nyonya pembelanja, perjalananpun dilanjutkan ke MOG. The next travelling.......kmana lagi ya? 
Riverside, 18 Maret 2009 20.35 PM.


Rabu, Maret 11, 2009

Waduk Selo

Inilah perjalanan wisata yang pertama kali saya tulis dan saya upload di blog. Pertama kali saya mendengar nama Waduk Selo dari seorang sahabat saya. Sebenarnya pagi itu tidak ada tujuan kami sekeluarga untuk khusus mendatangi waduk tersebut karena kami semula pengin ke Selecta. Namun setelah mendengar cerita dari sahabat saya yang cukup menggiurkan dan keinginan memanfaatkan waktu liburan di hari senin –yang paling dinanti banyak orang- karena katanya mereka membenci hari yang satu ini terutama bagi orang kantoran. Akhirnya berangkatlah kami hari senin kmaren (09/03/09) ke Waduk Selo.

 Perjalanan kami mulai pukul 10.00 Wib dari pinggiran kota Malang dengan naik sepeda motor karena itulah yang kami punya he he he... Seperempat jam kemudian setibanya di Pendem, Karangploso motor kami mengalami kebocoran. Jadi dech kami menambal ban kurang lebih stengah jam. Belum lama kami menaiki motor setelah menambal ban, ban motor bocor lagi di Jalan Patimura Batu. Dasar nasib lagi apes kali ya... Setelah menambal ban lagi aku putuskan mengganti ban luar motorku yang sudah mulai gundul karena inilah nampaknya akar masalah dari kebocoran ban dua kali dalam satu jam. 

 Sekitar jam 11.00 perjalanan kami lanjutkan karena menurut informasi Bapak Tony yang punya bengkel tambal ban jarak ke Waduk Selo masih sekitar 20km dari kota Batu. Waduh jauh juga pikirku... gak papalah itung itung ngabisin waktu libur. Perjalanan ke Waduk Selo sungguh mengasyikkan. Terutama setelah keluar dari kota Batu, melalui jalan berkelok-kelok dengan pemandangan di samping kanan jalan adalah kota Batu. Jadi kota Batu yang hijau dan atap-atap rumahnya bisa dilihat dari tepi jalan. Disini banyak ditemui rumah makan-rumah makan kecil sepanjang jalan. bagi kamu yang laper dan pengin sejenak melihat pemandangan Kota Batu dari atas inilah tempat yang tepat. 

 Setelah melewati Wana Wisata Air Terjun Coban Rondo di kiri jalan, jalan yang kami lalui kemudian menurun. Inilah yang ditunggu-tunggu banyak biker karena tinggal ngerem dan mengarahkan kendaraan. Tapi ngabisin kampas rem juga ya he he he... Kejutan kedua bagi kami adalah pemandangan eksotis di kiri-kanan jalan selepas itu karena jalan yang berkelok-kelok dengan sungai besar di pinggir jalan. Apalagi sungainya masih alami hal ini ditandai dengan batu-batuannya yang masih besar sayangnya waktu lewat air sungainya sedang kecoklatan. Maklum masih musim hujan, mungkin di hulu sungainya sedang hujan. Pemandangannya dise kitar sungai masih asri dan belum banyak penduduknya. Benar-benar pemandangan yang menakjubkan dan langka bagi kami “orang kota”. 

 Setengah perjalanan anda bisa menjumpai tempat peristirahatan yang bernama Dewi Sri. Di tempat ini tersedia berbagai macam sayuran dan hasil pertanian khas wong ndeso mulai sayur bayam, sawi, kol, wortel sampai buah ketela ubi yang kemerah-merahan yang siap untuk dibawa pulang dan direbus. Teman akrab minum kopi nih. Selain itu terdapat penjual tanaman hias dan bunga-bunga khas Batu dan sekitarnya. 

 Perjalanan kami lanjutkan untuk mengarungi separo perjalanan lagi. Sampailah kami pada pertigaan jalan, namun tak usah bingung disini ada papan nama yang menunjukkan belokan ke kiri menuju Waduk Selo dan ke kanan menuju Kediri. Tentu saja kita harus mengambil yang kiri. Kurang lebih tiga kilometer dari pertigaan tersebut sampailah kita ke gerbang Wana Wisata Waduk Selorejo. Kami tiba disana sekitar jam 1 siang. Dengan membayar karcis seharga 16 ribu untuk 2 orang dewasa maka masuklah kami ke lokasi wisata. Kurang lebih 50 km dari tempat pembelian karcis ada pemeriksaan karcis. Jasa parkir sebesar 2ribu harus dilunasi untuk memarkir motor kami sebelum terjun ke lokasi.

 Setelah melihat-lihat pemandangan kami ditawari naik perahu. Untuk muter-muter aja tarifnya 20rb satu perahu yang didayung 2 orang tukang perahu setempat. Kalo mau keliling waduk melalui tepi-tepinya tarifnya 40rb, kalo mau memetik jambu di seberang danau tarifnya 50rb sekaligus dengan naik perahunya. Kami putuskan naek perahu yang 20rban aja karena disamping kasian tukang perahunya dayungnya jauh cuacanya juga sudah mendung takut turun hujan pas naek perahu di waduk. 

 Puas naek perahu dan merekam pemandangan sekitar yang menakjubkan dengan bukit bukit dan gunung di sekitar waduk, kami memutuskan untuk makan siang. Warung di sekitar danau menawarkan masakan yang “lumayan”lah untuk mengganjal perut yang sudah keroncongan. Menu yang bisa disantap antara lain Tombro, Gurami, Udang, Wader semuanya dalam versi goreng dan Bakar. Atas saran pelayannya kami memilih Gurami Bakar, Udang dan Wader goreng dengan minuman es degan dan Es campur. Hampir satu jam menikmati local cuisine kami cabut dari warung lesehan Podo Roso. Berapa tagihannya? cukup 46rb saja.

 Perjalanan kami lanjutkan dengan menikmati pemandangan sekitar Waduk. Menaiki jembatan gantung adalah pengalaman mengasyikkan. Jembatan gantung tersebut bergoyang-goyang apalagi kalo yang melewati cukup banyak. Untuk melewati jembatan tersebut harus melalui pintu besi yang hanya cukup untuk dilewati satu orang. Mungkin tujuannya untuk membatasi orang yang lewat karena ada peringatan di pintu masuknya. Jembatan tersebut hanya untuk 18 orang dan tidak boleh berhenti di tengah jembatan. Mungkin juga menggangu orang yang lewat karena hanya cukup untuk simpangan 2 orang saja. 

 Setelah puas menikmati Waduk Selo tibalah saatnya untuk pulang. Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore ketika kami meninggalkan Waduk Selo yang indah. Dengan diiringi hujan gerimis kami pulang kembali ke Malang dengan memakai jas hujan. Sepanjang perjalanan pulang hujan turun cukup deras namun begitu sampai di Batu ternyata sudah tidak hujan lagi. Jam stengah enam kami tiba di rumah. Perjalanan yang sulit dilupakan dan siap untuk diulangi mengingat indahnya pemandangan dan masih banyak yang belum kami eksplorasi he he he. Waduk Selo siapkah menunggu kami datang lagi?

Riverside, Selasa 10 Maret 2009 9.20 PM