Tampilkan postingan dengan label Katolika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Katolika. Tampilkan semua postingan

Senin, Oktober 12, 2009

Gaya Hidup Orang-orang Kaya

Ada satu lembaga penelitian  sekuler  di USA yg meneliti tentang orang-orang bahagia. Karena  ini lembaga  sekuler, ukuran bahagia pertama adalah banyaknya  uang, maka lembaga  tersebut mensurvey orang-orang  kaya (milyuner) dengan sample awal sebanyak lebih dari 200 ribu orang milyuner. Dari 200  ribu itu disaring kadar  bahagianya berdasarkan  berbagai  parameter  termasuk keluarga  tersebut.

Hasil saringan terakhir ada sekitar 200  orang yang   dianggap sangat bahagia, karena selain kaya,  bisnisnya luar  biasa, menikmati  hidup,  keluarganya  beres. Hasil survey tersebut ditulis dalam buku karangan  Thomas Stanley berjudul "The  Millionaire  Mind". Orang-orang kaya tersebut rata-rata  sudah  berumur,  mereka adalah orang kaya dalam satu  generasi, artinya bukan kaya warisan,  tapi kaya dengan  modal zero,alias kerja sendiri. Kemudian   orang-orang ini  diwawancara satu per satu secara detail, dan  di-summary-kan  gaya hidup  orang-orang  tersebut,

Berikut  10 gaya hidup orang-orang kaya tersebut:

1.  Orang-orang tersebut FRUGAL =  HEMAT

Artinya: Mereka penuh  pertimbangan  dalam memanfaatkan  uang mereka. Untuk membeli sesuatu,  pikir-pikir dulu  sekitar 20 kali,  tipe orang yang  tanya sama Tuhan tentang segala sesuatu pengeluaran. Mereka tidak diperbudak mode,  meskipun tidak kuno,  tapi modis.  Mereka tahu  dimana beli barang  bagus tapi murah.

2. Orang-orang  tersebut selalu  hidup di bawah  income mereka

Tidak hidup gali  lobang tutup lobang alias  anti utang.

3. Sangat loyal terhadap  pasangan, tidak cerai  dan setia!

4. Selalu lolos dari prahara  baik  dalam keluarga/bisnis

Di USA sering  resesi ekonomi, mereka  selalu  lolos. Setelah ditanya apa kunci lolosnya, jawabannya:  "Overcoming  worry and fear with The Bible and  pray,with faith to God.We have God and His word"

5. Cara berpikir mereka berbeda (They think  differently from  the crowd)

Dalam  segala segi  dengan  orang-orang kebanyakan cara berpikir mereka berbeda.

Contoh:

Kita kalau ke mall,  memikirkan untuk menghabiskan uang,  mereka malah  survey mencari bisnis apa yang paling laku di   mall. Mereka "man of production" bukan "man   of consumption"

6. Ketika ditanya kunci  suksesnya;

a. Punya integritas = omongan dan janji bisa dipegang   dan dipercaya.

b. Disiplin

Tidak mudah dipengaruhi,  dalam  segala hal, termasuk disiplin dalam hal makanan,  mereka orang  yang tidak sembarangan  konsumsi makanan. Tidak  serakah.

c. Selalu mengembangkan social skill

 Cara bergaul,belajar getting  along  with people, belajar  leadership, menjual ide, mereka orang yang meng-upgrade dirinya,  tidak malas belajar.

d. Punya pasangan yg support

Pasangan yang selalu   mendukung dalam keadaan enak/tidak enak. Menurut mereka,  integrity  dimulai di rumah,  kalau  seorang suami/istri tidak bisa dipercaya di rumah, pasti tidak bisa  dipercaya diluar.

7. Pembagian waktu/aktivitas,

Paling banyak untuk hal-hal berikut:

a. Mengajak anak dan cucu sport/olahraga,

Alasannya:  dengan  olahraga bisa meningkatkan fighting spirit yang penting untuk  pertandingan rohani untuk menang  sebagai orang beriman,  untuk bisa sportif  (menerima  kenyataan, tetapi dengan semangat untuk memperbaiki  dan  menang).

b. Banyak memikirkan tentang   investment.

c. Banyak waktu berdoa, mencari hadirat  Allah,  belajar  Firman.

Ini menjadi    lifestyle mereka sejak   muda.

d. Attending religious  activities.

e.  Sosializing with children and  grand child.

f.  Entertaining with friends,

Maksudnya bergaul,  membina  hubungan.

8. Have a strong religious faith, dan  menurut mereka   ini kunci sukses mereka.

9. Religious  millionaire

Mereka tidak pernah memaksakan suatu  jumlah aset sama   Tuhan, tapi mereka belajar mendengarkan suara Tuhan, berapa   jumlah  aset yang Tuhan inginkan buat mereka. Minta guidance untuk   bisnis. Mereka  bukan type menelan semua tawaran  bisnis yang disodorkan  kepada mereka,  tapi tanya Tuhan  dulu untuk mengambil keputusan.

10.  Ketika ditanya tentang siapa  mentor mereka,  jawabannya adalah TUHAN.

Jumat, Oktober 09, 2009

Besarnya Penghargaan



Seorang penjual daging mengamati suasana sekitar tokonya.
Ia sangat terkejut melihat seekor anjing datang ke samping tokonya.
Ia mengusir anjing itu, tetapi anjing itu kembali lagi.
Maka ia menghampiri anjing itu dan melihat ada suatu catatan di mulut anjing itu.

Ia mengambil catatan itu dan membacanya,


"Tolong sediakan 12 sosis dan satu kaki domba. Uangnya ada di mulut anjing ini."


Si penjual daging melihat ke mulut anjing itu dan ternyata ada uang sebesar 10 dollar di sana .


Segera ia mengambil uang itu, kemudian ia memasukkan sosis dan kaki domba ke dalam kantung plastik dan diletakkan kembali di mulut anjing itu. Si penjual daging sangat terkesan.

Kebetulan saat itu adalah waktu tutup tokonya, ia menutup tokonya dan berjalan mengikuti si anjing. (BACA SAMPAI HABIS..... COOL)


Anjing tersebut berjalan menyusuri jalan dan sampai ke tempat penyeberangan jalan. Anjing itu meletakkan kantung plastiknya, melompat dan menekan tombol penyeberangan, kemudian menunggu dengan sabar dengan kantung plastik di mulut, sambil menunggu lampu penyeberang berwarna hijau. Setelah lampu menjadi hijau, ia menyeberang sementara si penjual daging mengikutinya. Anjing tsb. kemudian sampai ke perhentian bus, dan mulai melihat "Papan informasi jam perjalanan ".. Si penjual daging terkagum-kagum melihatnya. Si anjing melihat "Papan informasi jam perjalanan " dan kemudian duduk di salah satu bangku yang disediakan. Sebuah bus datang, si anjing menghampirinya dan melihat nomor bus dan kemudian kembali ke empat duduknya.


Bus lain datang. Sekali lagi si anjing menghampiri dan melihat nomor busnya.
Setelah melihat bahwa bus tersebut adalah bus yang benar, si anjing naik. Si penjual daging, dengan kekagumannya mengikuti anjing itu dan naik ke bus tersebut.

Bus berjalan meninggalkan kota , menuju ke pinggir kota . Si anjing melihat pemandangan sekitar. Akhirnya ia bangun dan bergerak ke depan bus, ia berdiri dengan 2 kakinya dan menekan tombol agar bus berhenti. Kemudian ia keluar, kantung plastik masih tergantung di mulutnya. Anjing tersebut berjalan menyusuri jalan sambil diikuti si penjual daging.

Si anjing berhenti pada suatu rumah, ia berjalan menyusuri jalan kecil dan meletakkan kantung plastik pada salah satu anak tangga. Kemudian, ia mundur, berlari dan membenturkan dirinya ke pintu. Ia mundur, dan kembali membenturkan dirinya ke pintu rumah tsb.

Tidak ada jawaban dari dalam rumah, jadi si anjing kembali melalui jalan kecil,
melompati tembok kecil dan berjalan sepanjang batas kebun tersebut. Ia menghampiri jendela dan membenturkan kepalanya beberapa kali, berjalan mundur, melompat balik dan menunggu di pintu.

Si penjual daging melihat seorang pria tinggi besar membuka pintu dan mulai menyiksa anjing tersebut, menendangnya, memukulinya serta menyumpahinya.

Si penjual daging berlari untuk menghentikan pria tersebut,
"Apa yang kau lakukan ..? Anjing ini adalah anjing yg jenius. Ia bisa masuk televisi
untuk kejeniusannya. "


Pria itu menjawab, "Kau katakan anjing ini pintar ....?
Dalam minggu ini sudah dua kali anjing bodoh ini lupa membawa kuncinya ..!"

Mungkin hal serupa pernah terjadi dalam kehidupan Anda.

Sesuatu yang bagi Anda kurang memuaskan, mungkin adalah sesuatu yang sangat luar biasa bagi orang lain.


Yang membedakan hanyalah seberapa besar penghargaan kita.



Pemilik anjing tidak menghargai kemampuan si anjing dan hanya terfokus pada kesalahannya semata, sehingga menganggapnya anjing yang bodoh.
Sebaliknya, sang pemilik toko menganggap anjing tersebut luar biasa pintar karena mampu berbelanja sendirian.

Mungkin kita tidak pernah menyadari bahwa tiap hari kita menghadapi pilihan yang sama.


Kita punya dua pilihan dalam menghadapi hidup ini, apakah hendak mengeluh atas berbagai hal yang kurang memuaskan atau menyalahkan orang lain atas kekurangannya, atau bersyukur atas berbagai karunia yang telah kita terima.

Tuhan telah mengaruniai Anda dengan 86.400 detik per hari. Sudah adakah yang Anda gunakan untuk mengucap syukur?

Senin, Oktober 05, 2009

“Bertemu Yesus dlm Doa, Bertemu Yesus dlm Ekaristi, Bertemu Yesus dlm org yg paling miskin” (Bt.Teresa dr Calcutta)


BAGIAN 1

Menjadi Kristen (= pengikut Kristus) merupakan suatu anugerah, pemberian Allah yang cuma-cuma, bukan karena jasa dan kebaikan kita. Kekristenan kita tidak diukur dari pelaksanaan kewajiban-kewajiban keagamaan melulu atau tidak diukur dengan banyaknya jasa yang telah kita buat bagi Allah.

Tetapi sesungguhnya yang menjadi inti kehidupan Kristiani kita ialah HUBUNGAN PRIBADI DENGAN ALLAH.
“Menjadi Kristiani bukanlah buah dari pilihan etis atau gagasan cemerlang, namun dari perjumpaan dalam realitas, dengan seorang Pribadi, yang hidupnya memberikan wawasan baru dan pengarahan mendasar” (Paus Benediktus XVI, ensiklik Deus Caritas Est).

Perjumpaan pribadi dengan Pribadi yang mengasihi dan menebus kita, yaitu Kristus sendiri, haruslah menjadi realitas yang nyata, menjadi pengalaman pribadi kita. Sebagai gambaran sederhana : kita bisa mendengar atau membaca tentang Kristus atau mempunyai ide-ide cemerlang tentang Kristus, tetapi semua itu tidak cukup, karena yang terpenting bukan hanya sekedar “tahu” Kristus, tetapi bagaimana akhirnya Kristus menjadi pengalaman pribadi kita, kita sungguh-sungguh mengalami dan “mengenal” Kristus secara pribadi.

St.Thomas Aquinas, seorang teolog dalam Gereja, banyak menulis tulisan-tulisan Teologi dan dalam hal Teologi, karya-karyanya, seperti “Summa Theologiae” hingga kini belum ada yang bisa menandingi dan menjadi referensi teologi dalam Gereja. Tetapi menjelang akhir hidupnya ketika dia mengalami pengalaman persatuan dengan Allah secara mendalam, dia mengatakan bahwa karya-karya teologi yang dia tulis hanyalah “jerami” dibandingkan pengalaman persatuan dengan Allah itu sendiri.

Sepanjang sejarah Gereja, kita dapat melihat bagaimana perjumpaan pribadi dengan Kristus menjiwai dan menggerakkan banyak orang untuk mengabdi Dia dan sesamanya, entah itu di kalangan religius dan awam.

Salah satunya pada jaman ini yang dipakai Tuhan secara istimewa menjadi saksi Kristus di tengah-tengah dunia ini adalah Muder Teresa dari Calcutta, yang saat ini Gereja sudah menggelarkan beliau sebagai beata. Karya-karya Muder Teresa dan konggergasinya begitu mendunia, pelbagai kalangan dan lintas agama mengagumi karya “penerima hadiah nobel” ini.

Tetapi mengenai karya pelayanan di antara orang yang paling miskin, Muder Teresa menjawab dalam suatu wawancara :
“Kalau seandainya saya dan suster-suster saya pekerja sosial, maka kami tidak akan bertahan, dan karya ini akan lenyap dalam waktu singkat....... tetapi kami melakukan semua ini bukan sekedar karya sosial, tetapi kami melakukan karena kasih kami kepada seorang Pribadi, yaitu Kristus”.

Dalam diri seorang beata Teresa dari Calcutta ini perjumpaan pribadi dengan Kristus menjadi segala-galanya, menjadi nafas hidupnya sendiri, sehingga semboyannya : “Bertemu Yesus dalam DOA, bertemu Yesus dalam EKARISTI dan bertemu Yesus dalam ORANG YANG PALING MISKIN” . . . . .

bersambung . . . . .

Sumber : Catatan Doa dan Ucapan Syukur (FB)

Mengapa Berdoa Rosario?

Apa itu doa? Doa ialah berbicara dengan Tuhan; mengangkat hati serta pikiran kita kepada Tuhan. "Doa adalah kunci Surga." - St. Agustinus

Mengapa kita berdoa? Kita berdoa agar kita dapat masuk Surga. St. Agustinus mengatakan: “Sama seperti tubuh tidak dapat hidup tanpa makanan, demikian juga jiwa kita tidak dapat hidup secara rohani tanpa doa.” St. Alfonsus mengatakan: “Ia yang berdoa, diselamatkan; ia yang tidak berdoa, celaka!” Doa sangat besar kuasanya. (Yak 5:16-18, 2Raj 20:1-6).

Siapa yang berdoa? Yang berdoa ialah orang yang ingin berbahagia selamanya bersama Tuhan di surga.
Kapan kita berdoa? Kita berdoa senantiasa, siang dan malam.

Di mana kita berdoa? Kita berdoa di rumah, di kamar kita (Mat 6:1-6), di Gereja dengan keluarga kita (Mat 21:13), atau di mana saja. Dengan doa kita dapat menguduskan saat-saat senggang kita, kita dapat berdoa ketika sedang berjalan-jalan di taman, mengendarai mobil atau naik bis dan mempersembahkan waktu luang kita itu kepada Tuhan.

Apakah Tuhan selalu menjawab doa-doa kita? Ya. Ada tiga bentuk jawaban doa - ya, tidak, dan tunggu. Tidak ada doa yang tidak dijawab dan tidak ada doa yang tidak didengarkan. St. Thomas Aquinas mengajarkan: "Tuhan tidak mengabulkan apa yang kita minta dalam doa jika permintaan kita itu tidak baik bagi keselamatan kita." Kita harus bertanya apa kehendak Tuhan bagi kita. "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Mat 6:31-33) “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?” (Mat 16:26). Tuhan memenuhi kebutuhan kita, tetapi tidak keserakahan kita.

Bagaimana kita dapat berdoa dengan baik? Konsentrasi (Mat 6:7,8), Iman (Ibr 11:6), Kerendahan hati (Yak 4:6, lihat juga Mat 6:1-6, Lukas 18:9-14). Prioritas yang Benar (Luk 22:42), Devosi (Mat 15:8), Kesungguhan (Luk 22:43,44), Ketekunan (Luk 11:5-10 / Luk 18:1-8, Mat 24:13), dan dengan tidak jemu-jemu. Kita wajib berdoa sekurang-kurangnya 15 menit setiap hari. Di dunia ini kita mempersiapkan diri untuk tinggal bersama Tuhan selama-lamanya. Karena Tuhan adalah Pribadi yang paling penting dalam hidup kita, kita wajib berbicara kepada-Nya setiap hari. Setiap harinya kita menghabiskan lebih banyak waktu sekedar untuk makan, bersantai dan menikmati hiburan. Jiwa kita jauh lebih penting daripada tubuh kita. Dan Tuhan pastilah jauh lebih penting daripada siapa pun atau apa pun juga dalam hidup kita, jadi Ia layak mendapatkan prioritas utama. Berapa banyak kita harus berdoa? Kitab Suci mengatakan: - selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu (Luk 18:1, 1Tes 5:17, Ef 6:18 dan Kis 6:4).

Mengapa Tuhan menghendaki kita berdoa kepada Bunda Maria? Kita berdoa kepada Bunda Maria karena ia adalah Bunda Allah dan doa-doanya sangatlah besar kuasanya (Yoh 2:1-11). Ketika kita berdoa Salam Maria, kita menggabungkan penyembahan kepada Tuhan dan penghormatan kepada Bunda Maria. Kita menyatukan doa-doa kita kepada Tuhan dengan doa-doa Bunda Maria kepada Tuhan. Kita tidak menyembah Bunda Maria, kita hanya menyembah Tuhan saja. Ketika kita berdoa kepada Bunda Maria, kita menghormatinya sebagai Bunda Allah dan sebagai Bunda Rohani kita (Why 12:17, Yoh 19:26,27). Saat kita amat membutuhkan pertolongan, kita tidak saja berdoa sendiri kepada Tuhan secara langsung, tetapi kita juga meminta orang lain berdoa bagi kita dan bersama kita. Ketika kita berdoa Rosario, kita didukung oleh Bunda Maria, Bunda Allah yang Kudus, yang berdoa kepada Tuhan bagi kita dan bersama kita. Tuhan menghendaki kita menghormati Bunda Maria karena perannya yang istimewa dalam karya keselamatan Allah. Tuhan menghendaki Bunda Maria ambil bagian dalam penebusan umat manusia, sama seperti Hawa ambil bagian dalam jatuhnya umat manusia ke dalam dosa. Sama seperti seorang Bapa dipenuhi sukacita karena cinta dan penghormatan yang diberikan orang kepada anak-anaknya, demikian juga Allah Bapa dipenuhi sukacita dan menghendaki kita menghormati puteri-Nya, Maria, Bunda PuteraNya, Yesus.

Mengapa kita wajib berdoa Rosario? Karena doa Rosario telah didaraskan serta dianjurkan selama berabad-abad oleh para Paus dan santo/santa besar, dan juga karena pengaruhnya yang baik - sama seperti pohon yang baik menghasilkan buah yang baik (Mat 7:17). Juga, karena ke-15 Janji Bunda Maria bagi umat Kristiani yang berdoa Rosario dan karena Bunda Maria menampakkan diri di Lourdes dan di Fatima untuk meminta kita berdoa rosario. Rosario telah menyelamatkan serta mengubah ribuan jiwa, mengapa tidak menggunakannya untuk menyelamatkan jiwamu?

Bagaimana kita berdoa Rosario? Dengan merenungkan ke-15 misteri, dengan mendaraskan sepuluh Salam Maria pada manik-maniknya serta satu Bapa Kami dan Kemuliaan di setiap misteri.

Bagaimana kita merenungkan misteri-misteri Rosario? Kita merenungkan misteri-misteri rosario dengan menggunakan imajinasi kita untuk menghadirkan misteri yang sedang kita renungkan di hadapan kita. Kemudian sambil membayangkan imajinasi yang hadir di pikiran, kita mengucapkan doa Salam Maria. Sementara merenung, kita mengulang-ulang doa kita, sama seperti yang dilakukan Yesus (Mat 26:44). Dalam berdoa Rosario, pada dasarnya kita mengatakan, “Yesus dan Bunda Maria, aku mencintaimu” berulang-ulang kali. Sementara kita melakukannya, kita bertumbuh dalam cinta kepada Tuhan. Mengatakan, “Aku mencintaimu” tidak pernah basi. Jika kita sungguh-sungguh mencintai, pernyataan cinta seperti itu akan semakin memperdalam cinta kita.

Bagaimana kita dapat mulai berdoa Rosario setiap hari? Dengan mendoakan hanya satu misteri dengan sepuluh Salam Maria setiap hari, hingga kita merasa rindu untuk berdoa lebih banyak.


sumber : "Why Pray the Rosary" by Father Peffley; Father Peffley's Web Site; www.transporter.com/fatherpeffley

 “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Fr. Francis J. Peffley.”

Selasa, Juli 28, 2009

Kesaksian Dominggus Kenjam : Tuhan Yesus Telah Bangkitkan Saya Dari Kematian





Berikut ini kesaksian dari Domingus Kenjam yang saya baca dari milis.

Semoga kesaksian ini dapat semakin memperkuat iman kita semua bahwa Jesus itu Juruselamat bagi kita semua dan tidak ada sesuatu yang mustahil bagi Tuhan Amin.

Subject: Fw: Tuhan Yesus telah bangkitkan saya (Dominggus Kenjam) dari kematian
 
"Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki- Nya." Yohanes 5:21
 
Saudara-saudara yang dikasihi oleh Tuhan, dalam kesempatan ini saya akan bersaksi tentang peristia kematian dan kehidupan yang saya alami pada tanggal 15 Desember 1999. peristiwa ini juga merupakan suatu tragedy bagi yayasan Doulos, Jakarta dimana STT Doulos ada di dalamnya dan saya adalah mahasiswa yang tinggal di asrama. Sebelum penyerangan dan pembakaran Yayasan Doulos tanggal 15 Desember itu, beberapa kali saya mendapat mimpi-mimpi sebagai berikut:
  
1. Minggu, 12 Desember 1999, saya bertemu dengan Tuhan Yesus dan malaikat, saya terkejut dan bangun lalu berdoa selesai saya tidur kembali. 


2. Senin, 13 Desember 1999, saya bermimpi lagi, dengan mimpi yang sama. 


3. Selasa, 14 Desember 1999, dalam mimpi saya bertemu dengan seorang pendeta pada suatu ibadah KKR, isi khotbah yang disampaikan mengenai akhir zaman, adanya penganiayaan dan pembantaian. 


4. Rabu, 15 Desember 1999, kurang lebih pukul 08.00 pagi, saya mendapatkan huruf “M†dengan darah di bawah kulit pada telapak tangan kanan saya. Dalam kebingungan dan sambil bertanya-tanya dalam hati, apakah saya akan mati? Saya bertanya kepada teman-teman dan pendapat mereka adalah bahwa kita akan memasuki millennium yang baru. Walaupun pendapat mereka demikian saya tetap merasa tidak tenang serta gelisah karena dalam pikiran saya huruf “M†adalah mati, bahwa saya akan mengalami kematian. Saya hanya bisa berdoa dan membuka Alkitab. Sekitar pukul 15.00 saya membaca firman Tuhan dari Kitab Yeremia 33:3 “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab Engkau.†Dan pada pukul 18.00, tanda huruf “M†di telapak tangan saya sudah hilang. 

 
Kampus dan Asrama Mahasiswa Doulos Diserang
Pada malam hari tanggal 15 Desember 1999, kegiatan berlangsung biasa di dalam asrama kampus STT Doulos. Sebagian mahasiswa ada sedang belajar, yang lain memasak di dapur dan ada pula yang sedang berdoa. Saya sendiri sedang berbaring di kamar. Kurang lebih jam 21.00 malam itu, saya dibangunkan oleh seorang teman sambil berteriak: "Domi, bangun, kita diserang" Saya langsung bangun dalam keadaan panic, saya langsung berlari ke halaman kampus dan melihat sebagian kampus kami yang telah terbakar. Saat itu saya berkata kepada Tuhan: "Tuhan, saya mau lari kemana? Tuhan, kalau saya lari lewat pintu gerbang depan pasti saya dibacok. Sementara pikiran saya bertambah kalut ketika teringat akan tanda huruf yang diberikan pada tangan saya. "Tuhan, apakah saya akan mati?"

Saya menoleh ke belakang, ada beberapa teman sekamar yang lari menyelamatkan diri masing-masing. Di belakang kampus kami dikelilingi pagar kawat duri setinggi 2 meter, saya tidak bisa melompat keluar dengan cara mengangkat kawat itu. Dengan tangan sedikit terluka akhirnya saya pun dapat keluar. Kami sudah berada di luar pagar dengan keadaan takut dan gemetar karena di sana terdapat massa atau orang banyak yang tidak dikenal, mereka membawa golok, pentungan, batu dan botol berisi bensin atau Molotov.

Kemudian kami berpisah dengan teman-teman, saya tidak tahu apa yang terjadi dengan mereka. Saya lari menuju kos kakak tingkat semester 10, yang letaknya tidak jauh dari kampus. Sementara saya berlari, saya tetap berdoa kepada Tuhan: "Tuhan berkati saya, ampuni dosa dan kesalahan saya." Setiba di rumah kos itu, saya mengetuk pintu sebanyak 2 kali tetapi tidak ada yang membukakan pintu. Ternyata di belakang saya ada 4 teman mahasiswi yang juga lari mengikuti dari belakang. Mereka memanggil saya: "Domi, ikut ke rumah kami," tetapi saya berkata kepada mereka, "biar saya bersembunyi di sini." Masih berada di depan rumah kos tersebut, saya berdoa lagi "Oh.. Tuhan, apakah malam ini saya akan mati? Ampuni dosa dan kesalahan saya."
 
Ditangkap oleh Massa
Saya mengetuk pintu lagi, tetapi tidak ada orang yang menjawab, saya berdoa kembali: "Tuhan.. ini hari terakhir untuk saya hidup." Terdengar suara massa yang semakin mendekat kepada saya. Mereka berkata: "Itu mahasiswa Doulos, tangkap dia!" Ada juga yang berteriak: "Bantai dia, tembak!" Seketika itu saya ditangkap dan saya hanya bisa berserah kepada Tuhan sambil berkata: "Tuhan saya sudah di tangan mereka, saya tidak bisa lari lagi." Kemudian tangan saya diikat ke belakang dan mata saya ditutup dengan kain putih. Saya tetap berdoa dalam keadaan takut dan gemetar: "Tuhan ampuni dosa saya, pada saat ini Engkau pasti di samping saya. "Tiba-tiba ada suara terdengar oleh saya entah dari mana, yang berkata: "Jangan takut, Aku menyertai engkau, Akulah Tuhan Allahmu." Setelah mendengar suara itu, rasa ketakutan dan kegentaran hilang, karena saya sudah pasrahkan kepada Tuhan.
 
Penganiayaan dan Kematian
Mereka membawa saya ke tempat yang gelap, saya dipukuli dan ditendang. Saya dihadapakan dengan massa yang jumlah orangnya lebih banyak, saat itu mereka ragu, apakah saya mahasiswa Doulos atau warga sekitarnya. Sebagian massa ada yang terus mendesak untuk memotong dan membunuh saya. Saya berdoa lagi: " Tuhan, fisik saya kecil, kalau saya mati, saya yakin masuk sorga. Saat ini saya serahkan nyawa saya ke dalam tangan kasih-Mu, ampunilah mereka." Saat itu kepala saya dipukul dari belakang dan terjatuh di atas batu, saya tidak sadar akan apa yang terjadi lagi.
 
Roh Saya Keluar Dari Tubuh
Kemudian ... roh saya terangkat keluar dari tubuh saya, roh saya berbentuk seperti orang yang sedang start lari atau sedang jongkok, lalu lurus seperti orang yang berenang kemudian berdiri. Roh saya melihat badan saya dan berkata: "Kok badan saya tinggal" (sebanyak dua kali). Roh saya berdiri tidak menyentuh tanah dan tidak tahu mau berjalan kemana, karena di sekeliling saya gelap gulita, kurang lebih lima detik, roh saya berkata: "Mau ke mana?"
 
Lima Malaikat Datang Menjemput Saya
Saat itu ada lima malaikat datang kepada saya, dua berada di sebelah kiri, dua di sebelah kanan dan satu malaikat berada di depan saya. Tempat yang tadinya gelap gulita telah berubah menjadi terang dan saya sudah tidak dapat melihat badan saya lagi. Roh saya dibawa oleh malaikat-malaikat tersebut menuju jalan yang lurus, dan pada ujung jalan itu sempit seperti lubang jarum. Roh saya berkata: "Badan saya tidak dapat masuk." Tetapi malaikat yang di depan saya bisa masuk, lalu roh saya berkata lagi: "Badan rohani saya kecil pasti bisa masuk." Kemudian roh saya masuk melalui lubang jarum tersebut.

"Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham." Lukas 16:22
 
Berada di Dalam Firdaus
Saat itu saya sudah berada di dalam sebuah halaman yang luas. Halaman itu sangat luas, indah dan tidak ada apa-apa. Roh saya berkata: "Kalau ada halaman pasti ada rumahnya." Tiba-tiba saat itu ada rumah, saya dibawa masuk ke dalam rumah tersebut dan bertemu dengan banyak orang di kamar pertama. Roh saya berkata: "Ini orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus, mereka ditempatkan di sini." Mereka sedang bernyanyi, bertepuk tangan, ada yang berdiri, ada yang duduk dan ada yang meniup sangkakala.
 
"Di rumah Bapaku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu." Yohanes 14:2
 
Dibawa ke Ruangan Selanjutnya
Saya dibawa oleh malaikat-malaikat ke kamar selanjutnya atau kedua, sama dengan kamar yang pertama, hanya disini roh saya melihat orang-orang dengan wajah yang sama dan postur tubuh yang sama. Kemudian saya dibawa lagi ke kamar yang ketiga, yang sama dengan kamar yang pertama. Dan roh saya berkata: "Ini orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus, ditempatkan di sini." Lalu roh saya dibawa ke kamar yang keempat yaitu kamar yang terakhir, pada saat ini saya hanya sendiri, tidak disertai oleh malaikat-malaikat tadi. Kamar itu kosong, lalu roh saya berkata: "Ini penghakiman terakhir, saya masuk sorga atau neraka."
 
"Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Eloim sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Eloim? Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa?" 1 Petrus 4:17-18
 
Bertemu dengan Tuhan Yesus
Kemudian roh saya berjalan tiga sampai empat langkah, di depan saya ada sinar atau cahaya yang sangat terang seperti matahari, maka roh saya tidak dapat menatap. Saya menutup mata dan terdengar suara: "Berlutut!" Seketika itu roh saya berlutut, terlihat sebuah kitab terbuka dan dari dalamnya keluar tulisan yang masuk ke mata saya yang masih tertutup, tulisan timbul dan hilang terus menerus, roh saya berkata: "Tuhan...! ini perbuatan saya minggu lalu, bulan lau, tahun lalu. Saya melakukan yang jahat dan saya tidak pernah mengaku dosa pribadi, sehingga Engkau mencatatnya di sini." "Tuhan...! Saya ingin seperti saudara-saudara di kamar pertama, yang selalu memuji dan memuliakan Engkau. Tuhan...! Saya tahu Engkau mati di atas kayu salib untuk menebus dosa saya, saya rindu seperti saudara-saudara yang berada di kamar pertama, kedua dan ketiga yang selalu memuji-muji Engkau." Sesudah itu tulisan yang keluar dari kitab itu hilang, buku menjadi bersih tanpa tulisan, kemudian buku itu hilang dan sinar yang terang itupun hilang dan ada suara berkata: "Pulang! Belum saatnya untuk melayani Aku." Saya melihat-lihat dari mana arah suara itu datang, saya melihat ada seorang di samping kanan. Orang tersebut badan-Nya seperti manusia, rambut hingga ke lehernya bersinar terang. Jubah-Nya putih hingga menutupi kedua tangan-Nya dan bawah jubah-Nya menutupi kaki-Nya. Ia menunggangi seekor kuda putih dengan tali les yang putih. Lalu roh saya berkata: "Ini Tuhan Yesus, Dia seperti saya, Dia Eloim yang hidup."
 

"Lalu aku melihat sorga terbuka; sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar" Ia menghakimi dan berperang dengan adil." Wahyu 19:11
 
Kemudian Tuhan Yesus tidak nampak lagi dan seketika itu roh saya dibawa pulang ke dalam tubuh saya. Saat itu juga ada nafas, ada pikiran dan saya berpikir, tadi saya bersama dengan Tuhan Yesus. Setelah itu saya mencoba beberapa kali untuk bangun dan mengangkat kepala, tetapi tidak bisa, terasa sakit sekali, saya baru sadar bahwa leher saya telah dipotong dan hampir putus, kemudian saya dibuang ke semak-semak dengan ditutupi daun pisang. Saya merasa haus, lalu menggerakkan tangan mengambil darah tiga tetes dan menjilatnya, lalu badan saya mulai bergerak. Saya berdoa: "Tuhan, lewat peristiwa ini saya telah bertemu dengan Engkau, dan Engkau memberikan nafas dan kekuatan yang baru sehingga aku hidup kembali, tapi Tuhan, Engkau gerakkan orang supaya ada yang membawa saya ke rumah sakit." Tuhan menjawab doa saya, malam itu ada orang yang mendekati saya dengan memakai lampu senter, lalu bertanya: "Kamu dari mana?" Saya tidak bisa menjawab, karena saya tidak dapat berbicara lewat mulut, tidak ada suara yang keluar, hanya hembusan nafas yang melalui luka-luka menganga pada leher. Kemudian orang tersebut memanggil polisi. Puji Tuhan! Dikira sudah meninggal tetapi masih hidup. Mereka mengira saya sudah meninggal, mereka mengangkat dan membawa saya ke jalan raya. Kemudian polisi mencari identitas atau KTP saya, ternyata tidak ditemukan. Tanpa identitas, mereka bermaksud membawa saya ke sebuah rumah sakit lain, tetapi saya ingat kembali akan suara Tuhan dan takhta-Nya di sorga, ternyata ada kekuatan baru dari Tuhan Yesus yang memampukan saya dapat berbicara. Tiba-tiba saya berkata: "Nama saya Dominggus, umur saya 20 tahun, semester III, tinggal di asrama Doulos, saya berasal dari Timor." Orang-orang yang sedang melihat dan mendengar saya, berkata: "Wah, dia dipotong dari jam berapa? Sekarang sudah jam 02.30 pagi, tapi dia masih hidup."
 
Perjalanan ke Rumah Sakit UKI
Kemudian mereka memasukkan saya ke dalam mobil dan meletakkan saya di bawah. Saya tetap mengingat peristiwa ketika Tuhan Yesus dianiaya. Sementara mobil meluncur dengan kecepatan tinggi, saat melewati jalan berlubang atau tidak rata mobilpun berguncang dan saya merasa sangat sakit sekali pada luka di leher. Saya katakan kepada Tuhan: "Tuhan, apakah saya dapat bertahan di dalam mobil ini? Tuhan ketika Engkau di atas kayu salib, Engkau meminum cuka dan empedu, tetapi saya menjilat darah saya sendiri karena tidak ada orang yang menjagai saya." Saya membuka mata, ternyata memang tidak ada seorangpun yang menjagai saya, hanya seorang supir. Tetapi saya melihat beberapa malaikat berjubah putih menjaga dan mengelilingi saya. Saya katakan: "Tuhan ini malaikat-malaikat pelindung saya, mereka setia menjagai." Saya harus berdoa agar tetap kuat.
 
Perawatan di Rumah Sakit
Setiba di rumah sakit, suara saya dapat normal kembali. Saya dapat berbicara dan bertanya kepada perawat: "Bapak saya mana?" Perawat RS bertanya kepada saya: "Bapakmu siapa?" Saya jawab: "Bapak Ruyandi Hutasoit." Ketika Bpk. Ruyandi menemui saya, ia berkata: "Dominggus.. leher kamu putus!" Jawab saya: "Bapak doakan saya, sebab saya tidak akan mati, saya telah bertemu dengan Tuhan Yesus." Lalu Bpk. Ruyandi mendoakan dan menumpangkan tangan atas saya. Setelah itu saya mendapat perawatan, seorang dokter ahli saraf hanya menjahit kulit leher saya, karena luka bacokan sudah menembus sampai ke tulang belakang leher, sehingga cairan otak mengalir keluar, saluran nafas dan banyak saraf yang putus. Kemudian saya dirawat tiga hari di ruangan ICU dan selama perawatan saya tidak diberikan transfusi darah. Pendapat dokter pada saat itu adalah bahwa saya akan mati dan saya tidak diharapkan hidup, mengingat cairan otak yang telah keluar dan infeksi yang terjadi pada otak, yang semua itu akan menimbulkan cacat seumur hidup.
 
Mukjizat Kesembuhan Terjadi
Tanggal 19 Desember 1999 dengan panas badan 40°C dan seluruh wajah yang bengkak karena infeksi, saya dipindahkan keluar dari ruang ICU, dikarenakan ada pasien lain yang sangat memerlukan dan masih mempunyai harapan hidup yang lebih besar daripada saya. Pada malam hari, roh saya kembali keluar untuk kedua kali dari tubuh saya, roh saya melihat suasana kamar dimana saya dirawat dan kemudian roh saya berjalan sejauh kurang lebih dua atau tiga kilometer dalam suasana terang di sekeliling saya. Tiba-tiba ada suara terdengar oleh saya: "Pulang..pulang. ..!" Seketika itu juga, roh saya kembali ke dalam tubuh saya, suhu tubuh menjadi normal dan tidak ada lagi infeksi. Kemudian terdengar bunyi seperti orang menekukkan jari-jari pada leher saya, lalu otot, tulang, saluran nafas dan saraf-saraf tersambung dalam sekejab mata, saya merasa tidak sakit dan dapat menggerakkan leher. Sesudah itu saya diberi minum dan makan bubur. Saya sudah hidup kembali, dengan kesehatan yang sangat baik. Puji Tuhan!
 
Keluar dari Rumah Sakit dalam Keadaan Sembuh Total
Saya berada di rumah sakit sejak tanggal 16 Desember 1999 dini hari dan keluar dari rumah sakit pada tanggal 29 Desember 1999, dengan berat badan normal dibanding dua minggu yang lalu karena banyak darah dan cairan yang telah keluar. Saya telah sembuh sempurna, tanpa cacat, tanpa perawatan jalan, saya hidup kembali dengan normal. "Terima kasih Tuhan Yesus, Engkau sungguh Eloim yang hidup dan ajaib, terpujilah nama-Mu kekal sampai selamanya, amin!"


Senin, Juni 08, 2009

Teknologi Baru, Relasi Baru : Memajukan Budaya Menghormati, Dialog dan Persahabatan


- Pesan Bapa Suci Benedictus XVI untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia Ke-43-

1. Mendahului hari Komunikasi Sedunia yang akan datang, saya ingin menyampaikan kepada anda beberapa permenungan mengenai tema yang dipilih untuk tahun ini yakni Teknologi Baru, Relasi Baru: Memajukan Budaya Menghormati, Dialog dan Persahabatan. Sesungguhnya teknologi digital baru sedang membawa pergeseran yang hakiki terhadap perilaku-perilaku komunikasi juga terhadap ragam hubungan manusia. Pergeseran itu secara istimewa dialami oleh kaum muda yang bertumbuh bersama teknologi baru dan telah merasakan dunia digital sebagai rumah sendiri. Mereka berusaha memahami dan memanfaatkan peluang yang diberikan olehnya, sesuatu yang bagi kita orang dewasa seringkali dirasakan cukup asing. Dalam pesan tahun ini, saya ingat akan mereka yang dikenal sebagai generasi digital, dan asaya ingin berbagai dengan mereka, khususnya tentang gagasan-gagasan menyangkut potensiulung teknologi barudemi memajukan pemahaman dan rasa kesetiakawanan manusia. Teknologi baru sesungguhnya merupakan anugerah bagi umat manusia. dan kita mesti memberikan jaminan bahwa manfaat yang dimilikinya tentu diperguanakan untuk melayani semua manusia secara pribadi dan komunitas, teristimewa mereka yang kurang beruntung dan menderita.

2. Akses terhadap telepon seluler dan komputer yang kian mudah disertai dengan jangkauan dan penyebaran internet secara meluas sampai ke wilayah jauh dan terpencil telah menjadikan internet sebagai prasarana jalan bagi penyampaian berbagai jenis pesan. sungguh sesuatu yang tidak perneh terpikirkan oleh generasi-generasi sebelumnya. daya dahsyat media baru ini telah digemgam oleh orang-orang muda dalam mengembangkan jalinan, komunikasi dan pengertian diantara individu maupun secara bersama. mereka telah beralih ke media baru sebagai sarana berkomunikasi dengan teman-teman, berjumpa dengan teman-teman baru, membangun paguyuban dan jejaringan, mencari informasi dan berita, serata sarana berbagai gagasan dan pendapat. Budaya baru ini membawa banyak manfaat bagi komunikasi, anatara lain keluarga-keluarga tetap bisa berkomunikasi meski terpisah oleh jarak yang jauh, para pelajar dan peneliti memperoleh ruang lebih cepat dan mudah kepada dokumen, sumber-sumber rujukan dan penemuan-penemuan ilmiah sehingga mereka mampu bekerja secara bersama meski dari tempat yang berbeda. lebih adri itu, kodrat interaktif yang ditakdirkan oleh berbagai media baru mempermudah pembelajaran dan komunikasi dalam bentuk yang lebih dianmis dan pada akhirnya memberikan sumbangsih bagi perkembangan sosial.

3. Kita tidak perlu terlalu terpukau dengan kehebatan media baru dalam menjawab kerinduan manusia dalam berkomunikasi dan berelasi dengan sesama, karena sesungguhnya, hasrat berkomunikasi dan bersahabat ini berakar dari kodrat kita yang paling dalam sebagai manusia dan tak boleh dimengerti sebagai jawaban terhadap berbagai inovasi teknis. Dalam terang amanat Kitab Suci, hasrat untuk berkomunikasi dan berhubungan denagn orang lain, pertama-tama harus dimengerti sebagai ungkapan peran serta kita akan kasih Allah yang komunikatif dan mempersatukan, yang ingin menjadikan seluruh umat manusia sebagai satu keluarga. Tatkala kita ingin mendekati orang lain, tatkala kita ingin mengetahui lenih banyak tentang mereka dan membuat kita dikenal olah mereka maka saat itulah kita sedang enjawab panggilan Allah, yakni panggilan yang terpatri dalam kodrat kita sebagai makhluk yang diciptakan seturut gambar dan rupa Allah, Allah komunikasi dan persekutuan.

4. Hasrat saling berhubungan dan naluri komunikasi yang melekat dalam kebudayaan masa kini sungguh dipahami sebagai ungkapan kecenderungan mendasar dan berkelanjutan manusia modern untuk menjangkau keluar serta mengupayakan persekutuan dengan orang lain. tatkala kita membuka diri terhadap orang lain, kita sedang memenuhi hasrat kita yang terdalam dan menjadi lebih sungguh manusia. Pada dasarnya, memengasihi adalah hal yang dikehendaki oleh Sang Pencipta. Dalam hal ini, saya tidak berbicara tentang hubungan sekilas dan dangkal, tetapi tentang kasih yang sesungguhnya, yang menjadi inti ajaran moral Yesus: “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan seluruh jiwa raga, dengan seluruh akal budimu, dan dengan seluruh kekuatanmu” dan “kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri” (bdk. Mrk 12:30-31). dalam terang pemahaman ini, merenungi teknologi baru sungguh penting, agar kita tidak sekedar menaruh perhatian pada kemampuannya yang tidak dapat diraguakan itu, tetapi terutama pada kualitas isi yang disebarkan melalui media tersebut. Saya ingin mendorong semua orang yang berkehendak baik yang sedang bergiat di lingkungan komunikasi digital masa kini untuk sungguh membaktikan diri dalam memajukan budaya menghormati, dialog dan persahabatan. Oleh karena itu mereka yang bergiat dalam pembuatan dan penyebaran isi media baru harus benar-benar menghormati martabat dan nilai pribadi manusia. Apabila teknologi baru diperguanakan untuk melayani kebaikan pribadi dan masyarakat, semua penggunanya akan mengelakkan tukar-menukar kata dan gambar yang merendahkan umat manusia, keintiman hubungan seksual, atau yang mengeksploitasi orang lemah dan menderita.

5. Teknologi baru juga akan membuka jalan untuk dialog diantara orang-oarang dari berbagai negara, budaya dan agama. Gelanggang digital baru yang disebut jagat maya, memungkinkan mereka untuk bertemu dan saling mengenal kebiasaan dan nilai-nilai mereka masing-masing. perjumpaan-perjumpaan yang demikian jika ingin berhasil guna, menuntut bentuk pengungkapan bersama yang jujur dan tepat disertai sikap mendengar dengan penuh perhatian dan penghargaan. Bial dialog bertujuan untuk memajukan pertumbuhan pengertian dan sikap setia kawan, ia harus berakar pada ikhtiar mencari kebenaran sejati dan bersama. Hidup bukanlah sekedar rangkaian peristiwa dan pengalaman. Hidup adalah sebuah pencarian kebenaran, kebaikan dan keindahan. Untuk maksud inilah kita membuat pilihan, untuk maksud inilah kita meragakan kebebasan kita, dengan maksud inilah yakni dalam kebenaran, dalam kebaikan dan keindahan kita menemukan kebahagiaan dan sukacita. Kita tidak membiarkan diri kita diperdaya oleh orang-orang yang memandang kita semata-mata sebagai konsumen sebuah pasar, yang dijejali dengan aneka ragam kemungkinan, yang mengubah pilihan menjadi barang, kebaruan mengganti keindahandan pengalaman subjektif menggantikan kebenaran.

6. gagasan tentang persahabatan telah mendapat pemahaman baru oleh kosa kata munculnya jaringan sosial digital dalam beberapa tahun belakangan ini. gagasan ini merupakan suatau pencapaian yang paling luhur dalam budaya manusia. Dalam dan melalui persahabatan, kita bertumbuh dan berkembang sebagai manusia. Karena itu, persahabatan yang benar harus selalu dilihat kekayaan yang paling besar yang dapat dialami oleh pribadi manusia. dengan ini kita semestinyahati-hati memandang remeh gagasan atau pengalaman persahabatan. Sungguh menyedihkan apabila hasrat untuk mempertahankan dan mengembangkan persahabatan “online” mengorbankan kesempatan untuk keluarga, tetangga serta mereka yang kita jumpai dalam keseharian di tempat kerja, di tempat pendidikan, dan tempat rekreasi. Apabila hasrat akan jalinan maya berubah menjadi obsesi, maka hasrat itu akan memarjinalkan pribadi dari interaksi sosial sehari-hari sekaligus menghambat pola istirahat, keheningan dan permenungan yang berguna bagi perkembangan kesehatan manusia.

7. Persahabatan adalah kekayaan terbesar manusia, tetapi nilai ulungnya bisa hilang apabila persahabatan itu dipahami sebagai tujuan itu sendiri. Sahabat harus saling mendukung dan saling memberi dorongan dalam mengembangkan bakat dan pembawaan mereka serta memanfaatkannya demi pelayanan umat manusia. dalam konteks ini, sungguh membanggakan bila jejaringan digital baru berikhtiar memajukan kesetiakawanan umat manusia, damai dan keadilan, hak asasi manusia dan penghargaan terhadap hidup manusia dan kebaikan ciptaan. jejaringan ini dapat mempermudah bentuk-bentuk kerjasama antar manusia dari konteks geografis dan budaya yang berbeda serta membuat mereka mampu memperdalam rasa sepenanggungan demi kebaikan untuk semua. Karena itu, secar tegas kita harus menjamin bahwa dunia digital, dimana jejeringan serupa itu dapat dibangun, adalah dunia yang sungguh terbuka bagi semua orang. Sungguh menjadi tragedi masa depan umat manusia apabila sarana baru kamunikasi yang memungkinkan semua orang berbagi pengetahuan dan informasi dengan cara yang lebih cepat dan berdaya guna, tidak terakses oleh mereka yang ter pinggirkan secara ekonomi dan sosial, atau apabila ia hanya membantumemperbesar kesenjangan yang memisahkan orang miskin dari jejaringan baru itu yang justeru dikembangkan bagi pelayanan sosialisasi manusia dan penyebaran informasi.

8. Saya bermaksud menyimpulkan pesan ini dengan menyampaikan secara khusus kepada orang muda katolik untuk mendorong mereka memberikan kesaksian iman dalam dunia digital. Saudara dan saudari terkasih, saya meminta kepada Saudara sekalian utnuk memperkenalkan nilai-nilai yang melandasi hidup anda kepada lingkungan budaya baru yakni budaya teknologi komunikasi dan informasi. Pada awal kahidupan gereja, para rasul bersama murid-murid-Nya mewartakan kabar gembira tentang Yesus kepada dunia orang Yunani dan oarang Romawi. sudah sejak masa itu, keberhasilan karya evangelisasi menuntut perhatian yang seksama dalam memahami kebudayaan dan kebiasaan bangsa-bangsa kafir sehingga kebenaran injili dapat menjamah hati dan pikiran mereka. demikian juga pada masa kini, karya pewartaan Kristus dalam dunia teknologi baru menuntut suatu pengetahuan yang mendalam tentang dunia jika teknologi itu dipergunakan untuk melayani perutusan kita secara berdaya guna.

9. Kepada anda sekalian, orang-orang muda, yang memiliki hubungan sontan terhadap sarana baru komunikasi, supaya bertanggung jawab terhadap evangelisasi”benua digital” ini. Pastikan untuk mewartakan injil ke dalam dunia jaman sekarang dengan penuh semangat. kamu mengetahui kecemasan dan harapan mereka, cita-cita dan kekecewaan mereka. Hadiah terbesar yang dapat kalian berikan kepada mereka adalah berbagi dengan mereka “kabar gembira” Allah yang telah menjadi manusia, yang menderita, wafat, dan bangkit kembali untuk menyelamatkan semua orang. hati semua umat manusia sedang haus akan sebuah dunia dimana kasih meraja, dimana anugerah dibagikan dan dimana jati diri ditemukan dalam bentuk persekutuan yang saling menghargai. Iman kita mampu menjawab harapan-harapan itu. Semoga kamu menjadi bentara-Nya! Ketahuilah, Bapa Suci memberkati Anda dengan doa dan berkatnya.

Sumber : Nuansa kasih Edisi 598 : 23-24 mei 2009


Misteri Allah Tritunggal

Oleh : Romo Anton De Britto CM

Saudara-saudara yang terkasih, di salah satu negara di Eropa, ada salah seorang Pastur yang mengajar agama pada anak-anaka muda. Diantara anak-anak muda itu ada yang kritis tetapi nakal. Ketika Pastur itu menjelaskan tentang buah apel yang dimakan oleh Adamdan Hawa, bertanyalah anak muda yang nakal itu. “ Pastur , sekarang tunjukkanlah kepada kami seperti apakah apel dari surga itu”. Kebetulan di ruang sebelah ada lemari es, maka Pastur itu mengambil sebuah apel dari dalamnya. Apel yang diambil Pastur itu bentuknya tidak bagus karena sudah rusak. Kata pastur itu, “Seperti inilah apel dari surga itu.” Anak-anak semua tertawa. Kata anak nakal itu, “Ah, mengapa begitu jelek Pastur? Itu pasti bukan apel surga. Apel dari surga itu mestinya sangat sempurna, tidak ada cacatnya.” Jawab Pastur itu, “ Memang benar apel dari surga itu sempurna tanpa cacat, tetapi apel yang sempurna itu pasti akan tampak seperti ini jika dilihat dengan matamu yang tidak sempurna itu.” Maka diamlah anak itu tanpa membantah.

Saudara-saudara terkasih, Tuhan itu Maha Sempurna dan Maha Besar. Sedangkan manusia itu kecil dan sangat terbatas, baik panca indera maupun pikirannya. Oleh karena itu dengan segala keterbatasan itu manusia sangat sulit untuk mengerti misteri Allah yang sesungguhnya. Antara lain adalah misteri Allah Tritunggal Yang Maha Kudus, yang hari ini kita peringati dalam Misa Kudus ini. Saudara-saudara yang terkasih, banyak umat Kristen yang berusaha menjelaskan tentang Allah Tritunggal ini dengan segala akal pikirannya. Karena misteri inilah yang sering ditanyakan orang-orang yang beragama lain, baik untuk menyerang maupun bertanya secara tulus ingin penjelasannya. Beberapa cara itu akan saya uraikan disini dengan segala kelemahannya.
  1. Allah Tritunggal Bagaikan Telur
    Telur itu ada kulitnya, putih telurnya dan kuning telurnya, tetapi kesatuan dari semuanya itu disebut telur. kelemahan dari perumpamaan ini ialah bahwa kulit, putih telur, dan kuning telur itu secara terpisah bukan telur lagi. Misalnya kulit telur itu bukan telur. Sedangkan Allah Bapa, Yesus, dan allah roh Kudus itu secara terpisah adalah allah yang benar-benar Allah.
  2. Allah Tritunggal Bagaikan Matahari
    Matahari itu ada nyala, panas dan sinarnya. Secara kesatuan semuanya itu adalah matahari. Kelemahannya sama dengan telur tadi.
  3. Allah Tritunggal itu Bagaikan Air
    Air itu antara nol sampai 100 derajat celcius akan berbentuk cair (air), diatas 100 derajat berbentuk gas, di bawah nol derajat berbentuk padat (es). Tetapi semua bentuk itu tetap air dengan rumus kimia H2O. Kelemahannya : Air itu ketika mempunyai tiga bentuk (padat, cair, gas), masing-masing tidak akan mempunyai berat seperti berat semula. yang mungkin adalah sebagian menjadi air, sebagian menjadi es, dan sebagainya. Sedangkan Allah Bapa, Allah Putera dan Roh Kudus itu bukan hanya sebagian dari Allah, tetapi Allah sepenuhnya. 
  4. Allah Tritunggal itu seperti Presiden
    Bila di istana ia berperan sebagai presiden. Di rumah bersama isteri, ia berperan sebagai seorang suami. Apabila berbicara di depan anak-anaknya ia berperan sebagai bapak. Perumpamaan ini lebih baik dari sebelumnya., tetapi ada yang menyanggah demikian. Bila presiden berada di istana dan berperan sebagai presiden, maka pastilah di rumah sebagai suami atau bapak pasti nggak ada. Jika demikian, jika Allah berperan sebagai AllahPutera dalam diri Yesus, maka pastilah Allah Bapa di surga sana tidak ada.

Dan sebagainya, dan sebagainya. (Satu + Satu + Satu = Satu. Mungkin?)
Saudara-saudara terkasih semua itu hanyalah usaha manusia untuk mengerti Allah Tritunggal. Bagaimana baiknya perumpamaan pastilah tidak akan secara sempurna bisa menjelaskan misteri Allah ini. saya juga mempunyai cara tersendiri untuk menjelaskan Allah Tritunggal ini. Saya tidak tahu apakah cara penjelasan saya ini baik atau tidak, tetapi sudah ada buahnya. Buahnya adalah bertobatnya seorang kepala sekolah di sebuah stasi di Wilayah Kediri. Bapak ini sebenarnya dia dan kelaurganya sudah dibaptis menjadi katolik. Tetapi sudah beberapa puluh tahun Bapak ini tak mau ke gereja lagi. Ketika saya kunjungi ia mengatakan alasannya, “Jika saya bisa mengerti misteri Allah Tritunggal, saya akan ke gereja lagi.” Ternyata penjelasan para katekis yang bertugas disana, mungkin seperti yang sudah saya uraikan tadi, seperti telur, seperti matahari, dan sebagainya, tidak pernah memuaskan dia. Maka penjelasan saya adalah demikian : Manusia itu tak akan mengerti misteri Allah Tritunggal karena keterbatasan panca inderanya. Allah itu adalah Yang Maha Besar atau dengan kata lain yang Tak Terbatas. Allah Bapa adalah Yang Tak Terbatas, kita mengerti semuanya. Tetapi bagaimana dengan Yesus Sang Allah Putera? Yang dilihat para muridnya itu Yesus sebagai Allah atau sebagai manusia? Jelas yang dilihat adalah Yesus sebagai manusia yang terbatas, yaitu setinggi hampir dua meter saja. Tetapi Yesus sebagai Allah, Ia pun adalah yang Tak Terbatas, yang tak dapat dilihat oleh para murid-Nya.

SedangkanAllah Roh Kudus yang diceritakan dalam Kitab Suci muncul dalam dua bentuk. Pertama adalah bentuk burung merpati, sebagaimana nampak ketika Yesus dibaptis (Mat 3:16), dan yang lain adalah dalam bentuk lidah-lidah api sebagaimana yang tercurah pada Maria dan Para rasul ketika Pentakosta (Kis 2:2-3). Tetapi apakah Allah Roh Kudus itu seperti burung merpati atau lidah-lidah api? Jangan-jangan anda merasa berdosa kalau makan dara goreng di restoran dengan berkata “Wah...aku tak akan makan Roh Kudus goreng, dosa” 

Saudara-saudara yang terkasih, burung merpati dan lidah-lidah api adalah simbol atau lambang kehadiran Roh Kudus. Jadi Roh Kudus yang sesungguhnya adalah juga Yang Tak Terbatas. Jadi ada tiga sosok, Yang semuanya adalah yang Tak Terbatas. Apakah Anda bisa memisah-misahkan tiga yang semuanya tidak terbatas ini? Jadi artinya yang Tiga itu adalah Satu yang tak terpisahkan yaitu Yang Tak Terbatas.

Jika ada orang yang berkata, “Mana mungkin 1+1+1=1? Benar Saudara 1+1+1=1 adalah tidak mungkin, jika yang dijumlahkan itu adalah bak pao (yang terbatas). Tetapi jika ketiganya adalah Yang Tak Terbatas, maka persamaan itu menjadi mungkin. Satu Yang Tak Terbatas + satu Yang Tak Terbatas + satu Yang Tak Terbatas = Satu Yang Tak Terbatas,. Persamaan itu menjadi mungkin bukan? Nah Anda bisa merenungkan lagi. Misteri Allah Tritunggal hanya akan dimngerti oleh mereka yang bisa merenungkan Allah Yang Tak Terbatas ini.

Saudara-saudara yang terkasih, bagaimana baiknya cara manusia menjelaskan Allah Tritunggal, tetapi imanlah yang pertama-tama dibutuhkan untuk itu. Allah kita itu adalah Allah yang sulit dimengerti. Allah yang sukar dijelaskan. Juster u itulah tandanya Allah kita Maha Agung. Jika Allah kita ini mudah dimengerti oleh otak kita maka mungkin kitalah yang lebih besar dari Allah yang demikian itu. 

Peristiwa akan keraguan iman manusia karena tidak mengerti Allah Tritunggal ini juga dialami oleh Santo Agustinus. Agustinus adalah salah seorang yang sangat pandai, atau jenius. Justeru karena pandainya itulah, ia tak percaya pada Allah Tritunggal yang tidak bisa dimengertinya. Maka ketika ia masih muda, ia menjadi seorang atheis. Sedangkan ibunya adalah seorang yang sangat saleh, namanya Monika. Monika berdoa kepada Tuhan setiap hari dengan air mata bercucuran, agar Tuhan menyelamatkan anaknya Agustinus. maka pada suatu hari Agustinus mendapat penampakan. Ketika ia sedang berjalan-jalan di pantai dan mencoba memikirkan Allah Tritunggal yang tak bisa dimengerti ini, ia melihat anak kecil yang bermain air di pantai. Agustinus mendekati anak kecil itu dan bertanya, “Sedang apa kau disini?” Anak itu menjawab, “Saya ingin memasukkan seluruh air lautan ini kedalam botol !” Agustinus tertawa mendengar jawaban anak itu, katanya “Bodoh benar kau ini, mana mungkin seluruh air lautan ini bisa kau masukkan dalam botol.” Anak itu menjawab, “Sama seperti kau juga, mana mungkin bisa memasukkan Allah ke dalam otak manusia yang juga sebesar botol ini.” Setelah berkata anak itu menghilang. Agustinus terkejut dan sekaligus sadar akan kebodohannya. Betapa benar –benar kata anak dalam penglihatannya itu. Ia ibarat ingin memasukkan seluruh air lautan ini kedalam botol, jika mau mengerti misteri Allah yang sesungguhnya. Mulai saat itulah Agustinus bertobat. Doa Monika dikabulkan Tuhan, anaknya bukan hanya bertobat saja, tetapi ia kana menjadi orang besar dalam Gereja yang kemudian menjadi seorang santo.

Saudara-saudara yang terkasih, kita boleh-boleh saja mencoba mengerti Allah Tritunggal dengan segala daya dan pikiran kita. tetapi akhirnya iman yang diperlukan untuk itu. tanpa iman semua penjelasan itu tak ada gunanya. Hanya dengan iman Allah akan membimbing kita setapak demi setapak memasuki misteri-Nya yang agung. Amin.

(Sumber : Nuansa Kasih Edisi 600 :06-07 Juni 2009)


Kamis, Mei 14, 2009

The Devil & The Duck

There was a little boy visiting his grandparents on their farm. 
(ada seorang anak laki2 mengunjungi kakek nenek nya di pertaniannya)

He was given a slingshot to play with out in the woods..
(dia diberikan senapan u/bermain diluar dengan kayu2)

He practiced in the woods; but he could never hit the target.
(dia berlatih menggunakan kayu, tapi dia engga bisa mengenai sasaran)

Getting a little discouraged, he headed back for dinner.
(dia putus asa, dan dia berbalik untuk makan malem)

As he was walking back he saw Grandma's pet duck.
(sewaktu dia sedang berjalan kebelakang, dia melihat bebek peliharaan nenek)

Just out of impulse, he let the slingshot fly, hit the duck square in the head and killed it. He was shocked and grieved!
(secara reflek, dia menggunakan katapel tsb dan memukul bebek tepat di kepala dan mati. dia sangat kaget dan tercengang)

In a panic, he hid the dead duck in the wood pile; only to see his 
Sister watching! Sally had seen it all, but she said nothing.
(didlm kepanikan, dia menyembunyikan bangkai bebek di lubang kayu dan saudara perempuannya melihatnya! Sally melihat semuanya, tapi dia tdk mengatakan apa2..)

After lunch the next day Grandma said, 'Sally, let's wash the dishes'
(setelah mkn siang, esoknya nenek berkata, Sally,tolong cucikan piring)

But Sally said, 'Grandma, Johnny told me he wanted to help in the kitchen.' 
(tapi Sally berkata, nenek, jonny bilang dia ingin membantu di dapur)

Then she whispered to him, "Remember the duck?'
(kemudian dia berbisik kepadanya, inget bebek itu?)

So Johnny did the dishes.
(jadi, jonny yang mencuci piring)

Later that day, Grandpa asked if the children wanted to go fishing and Grandma said, 'I'm sorry but I need Sally to help make supper.'
(hari berikutnya, kakek menyuruh apakah kalian mau memancing, dan nenek berkata, wah sayang sekali tapi Sally hrs membantuku membuat sarapan malam)

Sally just smiled and said, 'well that's all right because Johnny told me he wanted to help?
(Sally hanya tersenyum, hm...tidak apa2 karena Jonny bilang akan membantu nenek)

She whispered again, 'Remember the duck?' So Sally went fishing and Johnny stayed to help. 
(dia berbisik kembali, Inget bebek itu?? jadi Sally pergi memancing dan Johnny tinggal untuk membantu nenek)

After several days of Johnny doing both his chores and Sally's; he 
Finally couldn't stand it any longer.
(setelah bbrp hari Johny dikerjain Sally, akhirnya engga tahan lagi)

He came to Grandma and confessed that he had killed the duck.
(dia datang kepada nenek dan mengaku bhw dia telah membunuh bebek nya)

Grandma knelt down, gave him a hug and said, 'Sweetheart, I know. You see, I was standing at the window and I saw the whole thing, but because I love you, I forgave you. I was just wondering how long you would let Sally make a slave of you.'
(nenek berlutut, dan memeluknya dan berkata, SAYANG, NENEK TAHU, KAMU TAHU, NENEK SEDANG BERDIRI DEKAT JENDELA DAN NENEK MELIHAT SEMUANYA, TAPI KARENA NENEK MENGASIHI KAMU, NENEK MEMAAFKAN KAMU. NENEK BERHARAP BERAPA LAMA KAMU AKAN MEMBIARKAN SALLY MEMPERBUDAK KAMU)

Thought for the day and every day thereafter:
Whatever is in your past, whatever you have done....? And the devil keeps throwing it up in your face (lying, cheating, debt, fear, bad habits, hatred, anger, bitterness, etc.)...whatever it is....You need to know that: 
God was standing at the window and He saw the whole thing..
(apapun yg terjadi di masa lalu, apapun yg kamu lakukan..iblis memperlihatkan kembali kepada kita, kebohongan, ketakutan, hutang, amarah, kepahitan, kebiasaan buruk dll..) apapun itu...KAMU PERLU TAHU BAHWA..
TUHAN SEDANG BERADA DI JENDELA DAN DIA MELIHAT SEMUANYA...)

He has seen your whole life... He wants you to know that He loves you and that you are forgiven. He's just wondering how long you will let the devil make a slave of you.
(DIA sedang melihat semua hidup kamu. DIA ingin kamu mengetahui bhw IA mengasihimu dan kamu telah diampuni. DIA hanya berharap berapa lama kamu akan membiarkan iblis memperbudak kamu)

The great thing about God is that when you ask for forgiveness;
(Hal yang terbesar tentang TUHAN adalah ketika kamu meminta pengampunan)

He not only forgives you, but He forgets.
Dia tdk hanya mengampuni kamu, tapi dia melupakan..

It is by God's grace and mercy that we are saved.

Go ahead and make the difference in someone's life today.

Share this with a friend and always remember:

God is at the window! 

(Sumber : Milis)

Kamis, Mei 07, 2009

Kamu memanggilKu ?

AKU :
Memanggilmu?
Tidak.. Ini siapa ya?

TUHAN :
Ini TUHAN.
Aku mendengar doamu.
Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.

AKU :
Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik.
Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.

TUHAN :
Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.

AKU :
Nggak tau ya.
Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun.
Hidup jadi seperti diburu-buru.
Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

TUHAN :
Benar sekali.
Aktifitas memberimu kesibukan.
Tapi Produktifitas memberimu hasil.
Aktifitas memakan waktu, Produktifitas membebaskan waktu.

AKU :
Saya mengerti itu.
Tapi saya tetap tidak dapat menghidarinya.
Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.

TUHAN :
Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa
petunjuk.
Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu
daripada mimpi, misalnya.

AKU :
OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

TUHAN :
Berhentilah menganalisa hidup.
Jalani saja.
Analisa-lah yang membuatnya jadi rumit.

AKU :
Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?

TUHAN :
Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin.
Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa.
Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu.
Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

AKU :
Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak
ketidakpastian.

TUHAN :
Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari.
Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

AKU :
Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

TUHAN :
Rasa Sakit tidak bisa dihindari, tetapi Penderitaan adalah sebuah pilihan.

AKU :
Jika Penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?

TUHAN :
Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan.
Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api.
Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita.
Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik bukan sebaliknya.

AKU :
Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?

TUHAN :
Ya.
Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras.
Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

AKU :
Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu?
Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?


TUHAN :
Masalah adalah Rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental
Kekuatan dari dalam diri bisa keluar dari perjuangan dan rintangan, bukan
dari berleha-leha.


AKU :
Sejujurnya ditengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus
melangkah...


TUHAN :
Jika kamu melihat ke luar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah.
Lihatlah ke dalam.
Melihat ke luar, kamu bermimpi.
Melihat ke dalam, kamu terjaga.
Mata memberimu penglihatan.
Hati memberimu arah.


AKU :
Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita.
Apa yang dapat saya lakukan?


TUHAN :
Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain.
Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri.
Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui
bahwa kau sedang berjalan.
Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain bekejaran dengan waktu.


AKU :
Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?


TUHAN :
Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa
jauh saya harus berjalan.
Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau
peroleh.


AKU :
Apa yang menarik dari manusia?


TUHAN :
Jika menderita, mereka bertanya "Mengapa harus aku?".
Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya "Mengapa harus aku?".


AKU :
Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya disini?


TUHAN :
Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu.
Berhentilah mencari mengapa saya di sini.
Ciptakan tujuan itu.
Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.


AKU :
Bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini?


TUHAN :
Hadapilah masa lalu-mu tanpa penyesalan.
Peganglah saat ini dengan keyakinan.
Siapkan masa depan tanpa rasa takut.


AKU :
Pertanyaan terakhir.
Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.


TUHAN :
Tidak ada doa yang tidak dijawab.
Seringkali jawabannya adalah TIDAK.


AKU :
Terima Kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.


TUHAN :
Oke.
Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut.
Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan.
Percayalah padaKu.
Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.


(Sumber : Milis)

Tahta Untuk Sang Putri

Seorang ayah, kebetulan pengusaha kaya multi-usaha, menghadapi soal yang amat pelik. Siapakah yang harus dipilihnya menjadi President & CEO menggantikan dirinya memimpin kerajaan bisnisnya yang sudah dibangun susah payah lebih dari setengah abad?

Kini usianya sudah berkepala tujuh dan penyakit-penyakit tua sudah mulai menggerogoti dirinya. Ia tahu sebentar lagi dirinya akan mengikuti jejak nenek-moyangnya menuju lorong hidup manusia fana.

Anaknya tiga orang. Si sulung amat cerdas, meraih MSc. dan MBA luar negeri, ia berselera canggih, senang glamour, ambisius, dan punya pergaulan yang luas di kalangan jet set. Cuma si ayah cukup khawatir karena si sulung ini punya bakat bercumbu dengan bahaya seperti (konon) keluarga Kennedy. Naluri judinya gede, dan niat curangnya pun cukup kuat. Singkatnya, ia cerdas, kreatif, namun lihai dan licin.

Si tengah, lebih hebat lagi. Bergelar PhD. bidang kimia dari universitas beken di Amerika, ia lulus dengan predikat magna cum laude. Papernya bertebaran di jurnal-jurnal internasional. Bangga sekali hati si ayah yang cuma lulus SMP zaman Jepang. Dia dosen dan peneliti. Dan di perusahaan ayahnya dia menjabat sebagai Direktur Riset dan Pengembangan. Tetapi menjadi CEO, ia terlalu akademis.

Kurang cocok dengan bisnis mereka yang kini berspektrum sangat lebar.

Si bungsu, satu-satunya perempuan, cuma lulus S1 dalam negeri.

Meskipun sejak lima tahun terakhir ia bergabung dengan usaha ayahnya sebagai Direktur Grup Konsumer, tetapi ia memulai karirnya di perusahaan asing sebagai wiraniaga (marketing executive). Ia merangkak dari bawah hingga 15 tahun kemudian bisa mencapai posisi General Manager. Otaknya kalah brilian dibanding kedua kakaknya.

Meskipun cenderung hemat berkata-kata, namun ia menunjukkan bakat memimpin yang baik. Ia mampu mendengar dengan intens. Berbagai pendapat dan gagasan bisa diolahnya dengan dalam.

Gaya hidupnya biasa saja. Ia disenangi sekaligus disegani orang karena sikapnya yang fair, jujur, dan mampu merakyat dengan para bawahannya.

Nah, jika Anda adalah konsultan independen, siapakah pilih an Anda menggantikan sang patriarch menjadi President & CEO?

Saya bertaruh, sebagian besar Anda akan menominasikan si bungsu.

Dan si ayah juga demikian. Masalah ini menjadi pelik, karena menurut adat-istiadat, si sulunglah pewaris takhta. Dan, ia sangat berambisi untuk itu. Sedang si bungsu, selain paling buncit, perempuan lagi. Jadi ia kalah status, gelar dan gender.

Bagaimana jalan keluarnya?

Konsultan angkat tangan.

Rujukan buku teks tidak ada. Sang patriarch akhirnya hanya bisa mengandalkan wibawa dan hikmatnya sebagai ayah. Lalu dipanggilnya ketiga anaknya.

Dibentangkannya persoalan secara gamblang.

Diuraikannya plus-minus setiap anaknya. Dianalisisnya kemungkinan sukses masing-masing

memimpin grup usaha itu menuju milenium ketiga.

Dialog pun dimulai.

Dan si ayah segera maklum, dead lock akan terjadi.

"Sudahlah, aku akan memutuskan sendiri siapa penggantiku, " kata orangtua itu akhirnya. Ketiganya takzim menurut.

Seminggu kemudian, si ayah datang dengan sebuah ujian.

"Barangsiapa bisa mengisi ruang ini sepenuh-penuhnya, maka dialah penggantiku, " katanya sambil menunjuk ruang rapat yang cuma terisi empat kursi dan sebuah meja bundar. "Budget maksimum Rp1 juta," tambahnya lagi.

Kesempatan pertama jatuh pada si sulung. Enteng, pikirnya.

Besoknya, dipenuhinya ruangan itu dengan cacahan kertas berkarung-karung. Dan memang ruangan itu menjadi padat.

"Bagus, besok giliranmu," kata si ayah kepada anak keduanya.

Duapuluh empat jam kemudian, ruangan itu pun dipenuhinya dengan butiran styro- foam yang diperolehnya dengan menghancurkan bekas-bekas packaging.

"Oke, besok giliranmu," kata sang patriarch menunjuk putrinya.

Esoknya, ketika acara inspeksi dimulai, ternyata ruangan masih kosong.

"Lho, kok kosong?" tanya ketiganya hampir serempak. Sang putri diam saja. Dimatikannya saklar lampu. Dari sakunya dia keluarkan sebatang lilin. Ditaruhnya di atas meja.

Lalu disulutnya dengan sebatang korek api.

"Lihat, ruangan ini penuh dengan terang. Silahkan dinilai, apakah ada celah kosong tak tersinari," katanya kalem.

Tak terbantah siapa pun, dia dinyatakan menang dan sang putri pun berhak menduduki kursi tertinggi. Problem solved.

Kualitas yang ditunjukkan sang ayah dan putrinya adalah apa yang saya sebut sebagai hikmat. Ciri utama orang berhikmat (wise person) ialah kemampuan memecahkan masalah secara genuine dan memuaskan. Ini selaras dengan Jerry Pino yang merumuskan hikmat sebagai kemampuan membuat the best decision at any given situation.

Pintar, di pihak lain, adalah kemampuan mencerna dan mengolah informasi secara cepat. Ciri-cirinya, rasional, metodik, linier, dan analitik. Kepintaran umumnya diperoleh dengan olah otak sampai botak.

Dari dulu botak memang ciri orang pintar.

Tetapi hikmat (wisdom) tidak hanya memerlukan olah otak tetapi terutama olah hati. Jarang kita sadari, hati kita sebenarnya bisa berpikir. Dalam tradisi literatur kuno, terutama kitab-kitab suci, hati adalah lokasi kebijaksanaan, hikmat dan kepandaian. Lebih spesifik, hati adalah access point kita kepada the higher knowledge, yakni kepada Tuhan sendiri.

"Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.
 
Best Regards
 
FA Budi

(Sumber : Milis)

Rantai Kebaikan

Pada suatu hari seorang pria melihat seorang wanita lanjut usia sedang
berdiri kebingungan di pinggir jalan. Meskipun hari agak gelap, pria itu
dapat melihat bahwa sang nyonya sedang membutuhkan pertolongan. Maka
pria itu menghentikan mobilnya di depan mobil Benz wanita itu dan keluar
menghampirinya. Mobil Pontiac-nya masih menyala ketika pria itu
mendekati sang nyonya.

Meskipun pria itu tersenyum, wanita itu masih ketakutan. Tak ada
seorangpun berhenti menolongnya selama beberapa jam ini. Apakah pria ini
akan melukainya? Pria itu kelihatan tak baik. Ia kelihatan miskin dan
kelaparan.

Sang pria dapat melihat bahwa wanita itu ketakutan, sementara berdiri di
sana kedinginan. Ia mengetahui bagaimana perasaan wanita itu. Ketakutan
itu membuat sang nyonya tambah kedinginan.

Kata pria itu, "Saya di sini untuk menolong anda, Nyonya.. Masuk ke dalam
mobil saja supaya anda merasa hangat! Ngomong-ngomong, nama saya Bryan
Anderson ."

Wah, sebenarnya ia hanya mengalami ban kempes, namun bagi wanita lanjut
usia seperti dia, kejadian itu cukup buruk. Bryan merangkak ke bawah bagian
sedan, mencari tempat untuk memasang dongkrak. Selama mendongkrak itu
beberapa kali jari-jarinya membentur tanah. Segera ia dapat mengganti
ban itu.. Namun akibatnya ia jadi kotor dan tangannya terluka.

Ketika pria itu mengencangkan baut-baut roda ban, wanita itu menurunkan
kaca mobilnya dan mencoba ngobrol dengan pria itu. Ia mengatakan kepada
pria itu bahwa ia berasal dari St. Louis dan hanya sedang lewat di jalan
ini. Ia sangat berutang budi atas pertolongan pria itu.

Bryan hanya tersenyum ketika ia menutup bagasi mobil wanita itu. Sang
nyonya menanyakan berapa yang harus ia bayar sebagai ungkapan terima
kasihnya. Berapa pun jumlahnya tidak menjadi masalah bagi wanita kaya
itu. Ia sudah membayangkan semua hal mengerikan yang mungkin terjadi
seandainya pria itu tak menolongnya.

Bryan tak pernah berpikir untuk mendapat bayaran. Ia menolong orang lain
tanpa pamrih. Ia biasa menolong orang yang dalam kesulitan, dan Tuhan
mengetahui bahwa banyak orang telah ditolong dirinya pada waktu yang
lalu. Ia biasa menjalani kehidupan seperti itu, dan tidak pernah ia
berbuat hal sebaliknya.

Pria itu mengatakan kepada sang nyonya bahwa seandainya ia ingin
membalas kebaikannya, pada waktu berikutnya wanita itu melihat seseorang
yang memerlukan bantuan, ia dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan
kepada orang itu, dan Bryan menambahkan, "Dan ingatlah kepada saya."

Bryan menunggu sampai wanita itu menyalakan mobilnya dan berlalu. Hari
itu dingin dan membuat orang depresi, namun pria itu merasa nyaman
ketika ia pulang ke rumah, menembus kegelapan senja.

Beberapa kilometer dari tempat itu sang nyonya melihat sebuah kafe
kecil. Ia turun dari mobilnya untuk sekedar mencari makanan kecil, dan
menghangatkan badan sebelum pulang ke rumah. Restoran itu nampak agak
kotor. Di luar kafe itu ada dua pompa bensin yang sudah tua. Pemandangan
di sekitar tempat itu sangat asing baginya.

Sang pelayan mendatangi wanita itu dan membawakan handuk bersih untuk
mengelap rambut wanita itu yang basah. Pelayan itu tersenyum manis
meskipun ia tak dapat menyembunyikan kelelahannya berdiri sepanjang
hari. Sang nyonya melihat bahwa pelayan wanita itu sedang hamil hampir
delapan bulan, namun pelayan itu tak membiarkan keadaan dirinya
mempengaruhi sikap pelayanannya kepada para pelanggan restoran. Wanita
lanjut itu heran bagaimana pelayan yang tidak punya apa-apa ini dapat
memberikan suatu pelayanan yang baik kepada orang asing seperti dirinya.
Dan wanita lanjut itu ingat kepada Bryan .

Setelah wanita itu menyelesaikan makanannya, ia membayar dengan uang
kertas $100. Pelayan wanita itu dengan cepat pergi untuk memberi uang
kembalian kepada wanita itu. Ketika kembali ke mejanya, sayang sekali
wanita itu sudah pergi. Pelayan itu bingung kemana perginya wanita itu.
Kemudian ia melihat sesuatu tertulis pada lap di meja itu.

Ada butiran air mata ketika pelayan itu membaca apa yang ditulis wanita
itu: "Engkau tidak berutang apa-apa kepada saya.. Saya juga pernah
ditolong orang. Seseorang yang telah menolong saya, berbuat hal yang
sama seperti yang saya lakukan. Jika engkau ingin membalas kebaikan
saya, inilah yang harus engkau lakukan: 'Jangan biarkan rantai kasih ini
berhenti padamu.'"

Di bawah lap itu terdapat empat lembar uang kertas $ 100 lagi.

Wah, masih ada meja-meja yang harus dibersihkan, toples gula yang harus
diisi, dan orang-orang yang harus dilayani, namun pelayan itu memutuskan
untuk melakukannya esok hari saja. Malam itu ketika ia pulang ke rumah
dan setelah semuanya beres ia naik ke ranjang. Ia memikirkan tentang
uang itu dan apa yang telah ditulis oleh wanita itu. Bagaimana wanita
baik hati itu tahu tentang berapa jumlah uang yang ia dan suaminya
butuhkan? Dengan kelahiran bayinya bulan depan, sangat sulit
mendapatkan uang yang cukup.

Ia tahu betapa suaminya kuatir tentang keadaan mereka, dan ketika
suaminya sudah tertidur di sampingnya, pelayan wanita itu memberikan
ciuman lembut dan berbisik lembut dan pelan, "Segalanya akan beres. Aku
mengasihimu, Bryan Anderson!"

Ada pepatah lama yang berkata, "Berilah maka engkau diberi." Hari ini
saya mengirimkan kisah menyentuh ini dan saya harapkan anda
meneruskannya. Biarkan terang kehidupan kita bersinar. Jangan hapus ki
sah ini, jangan biarkan saja! Kirimkan kepada teman-teman anda! Teman
baik itu seperti bintang-bintang di langit. Anda tidak selalu dapat
melihatnya, namun anda tahu mereka selalu ada.. Tuhan memberkati anda! 

Rabu, Mei 06, 2009

Belajar Dari Anak Cacat.

Renungkanlah oleh Anda betapa bahagia dan betapa bangganya perasaan seseorang apabila ia bisa diterima sebagai mahasiswa di universitas yang bergengsi seperti Yale atau Harvard University di USA. Tentunya lebih hebat lagi adalah orang-orang yang bisa menjadi guru besar di Universitas tsb.

Mr Henri adalah seorang guru besar bukan saja di kedua universitas tsb diatas melainkan juga di Universitas Notre Dame. Ia begitu disegani oleh rekan-rekan maupun para mahasiswanya sebagai wong pinter yang terpandang. Jadi sudah benar-benar berada di puncak kedudukan kariernya seorang ilmuwan.

Pada saat dimana ia sedang berada di puncak karier kehidupannya, tiba-tiba ia merubah arah hidupnya! Ia telah merubah arah kehidupannya bukannya untuk UPWARD lagi melainkan ingin DOWNWARD.

Ia melepaskan seluruh jabatannya di ketiga universitas bergengsi tsb. Ia melepaskan ribuan siswa-siswinya untuk diganti hanya oleh 10 orang siswa lainnya. Bahkan untuk para siwa barunya ini ia mengabdikan dirinya 24 jam sehari. Disitu ia telah benar-benar turun menjadi Mr Nobody.

Disitu tidak ada seorang pun yang mengenal dia, bahkan tidak ada seorang pun yang pernah membaca buku hasil karyanya. Begitu juga tidak ada seorang pun yang merasa kagum terhadap dirinya sebagai guru besar yang memiliki gelar sepanjang 1 meter. Disitu ia benar-benar menjadi Mr. Nobody tulen. Masalahnya semua anak didiknya sekarang ini adalah anak-anak yang cacad mental. Melalui anak-anak cacad tsb baru dia menyadari, bahwa segala prestasi yang pernah diraih sebelumnya itu, tidak ada manfaatnya sama sekali dalam pergaulannya dengan mereka.

Boro-boro bisa membaca dan menulis, mandi sendiri pun mereka sudah tidak mampu lagi. Dari guru besar dihadapan ratusan siswa berubah menjadi pelayan untuk melayani anak-anak cacad. Dimana setiap harinya ia harus membersihkan badan mereka dari kotoran-kotorannya. Bantu menyikat gigi maupun mencukur jenggot mereka dan juga membantu memakai pakaiannya sebelumnya diletakan di kursi rodanya.

Salah satu diantaranya adalah seorang pemuda yang bernama Adam. Bagi kebanyakan orang Adam itu sudah benar-benar tidak berguna sama sekali, sehingga sebenarnya percuma saja ia dilahirkan juga. Adam walaupun usianya sudah mencapai 25 tahun, tapi ia masih harus dirawat seperti layaknya seorang bayi. Ia tidak bisa makan maupun minum sendiri, sehingga untuk ini ia harus menyuapi dan menunggunya dengan sabar. Buang air besar pun tidak bisa, maka dari itu setiap hari ia harus mencuci celana maupun badannya yang penuh dengan kotoran yang bau. Ia juga seorang penderita epilepsi yang parah sehingga badannya sering menjadi kejang dan kaku.

Pekerjaan yang tidak ringan maupun mudah dan terlebih lagi membutuhkan banyak kesabaran. Untuk ini tidak ada penghargaan maupun ucapan terima kasih dari Adam, sebab boro-boro bisa berbicara, senyum atau menangispun Adam sudah tidak bisa lagi. Hanya sekali pernah terlihat dimana Adam mengeluarkan air mata yang mengalir di pipinya.

Mungkin bagi orang lain apa yang dilakukan Henri sekarang ini adalah pekerjaan wong rendahan dan tiada artinya sama sekali, tetapi bagi dia bahkan masa hidup yang sekarang inilah yang terpenting di dalam kehidupannya. Henri pernah mengutarakan bahwa ia telah mendapatkan banyak sekali berkat dari pelayanannya ini. Ia menilai bahwa dari fisik dan pikiran Adam muncul seorang manusia yang paling baik yang telah menawarkan dan memberikan kepada dia suatu hadiah yang paling indah daripada apa yang bisa ia berikan kepadanya ialah pelajaran tentang cinta kasih. Dari situlah ia merasa bahwa sebenarnya ialah yang dilayani oleh Adam untuk belajar melayani, bersabar maupun berbagi kasih yang tak berkesudahan.

Apa yang diucapkan oleh Henry ini bukannya hanya sekedar basa-basi, sebab untuk ini ia telah menulis satu buku khusus, mengenai hikmah dan pelajaran apa saja yang telah ia dapatkan dari Adam dalam bukunya “Adam´s Peace”.

Bayangkan saja ia seorang guru besar dari universitas bergengsi, ternyata telah bisa menimba ilmu dari anak-anak cacad. Anak-anak cacad tsb telah berhasil mengajarkan kepada Henry apa artinya cinta kasih itu. Terlebih lagi disitulah baru ia menyadari, bahwa bahwa apa yang membuat kita menjadi manusia, bukanlah gelar, harta, maupun jabatan kita. Begitu juga bukanlah otak kita, tapi hati kita!

Bukan kemampuan kita berpikir, tetapi kemampuan kita untuk mengasihi. Henry telah turun menjadi Mr Nobody dimata dunia, tetapi dilain pihak ia telah berhasil menjadi VIP dimata Sang Pencipta.

Mr. Henry Josef Michael Nouwen (1932 - 1996) dengan sengaja telah meninggalkan komunitas orang-orang hebat dan bergengsi untuk memilih hidup di komunitas anak-anak cacad di L´Arche Daybreak di Toronto. Ia melayani disitu terus sampai dengan akhir hayatnya.. Ia juga
seorang penulis buku rohani. Lebih dari 40 buku rohani yang pernah ia tulis salah satu bukunya yang paling banyak dibaca ialah: “Innder Voice of Love”.

Menurut ukuran dunia keberhasilan seseorang diukur berdasarkan keberhasilan maupun ketinggian yang bisa diraih oleh orang tsb dengan motto “How high can you fly?” 

Beda dengan dunia kerohanian.
Disana berlaku motto kebalikannya ialah “How low can you go?”.
Jalan ilahi adalah jalan yang menurun kebawah.

(Sumber : Milis)

Balada Kisah Uang 1.000 Dan 100.000

Konon, uang seribu dan seratus ribu memiliki asal-usul yang sama tapi mengalami nasib yang berbeda. Keduanya sama-sama dicetak di PERURI dengan bahan dan alat-alat yang oke.
Pertama kali keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu sama-sama bagus, berkilau, bersih, harum dan menarik. Namun tiga bulan setelah keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu bertemu kembali di dompet seseorang dalam kondisi yang berbeda. 

Uang seratus ribu berkata pada uang seribu :"Ya, ampyyyuunnnn. ......... darimana saja kamu, kawan? Baru tiga bulan kita berpisah, koq kamu udah lusuh banget? Kumal, kotor, lecet dan..... bau! Padahal waktu k ita sama-sama keluar dari PERURI, k ita sama-sama keren kan ..... Ada apa denganmu?" 

Uang seribu menatap uang seratus ribu yang masih keren dengan perasaan nelangsa. Sambil mengenang perjalanannya, uang seribu berkata : "Ya, beginilah nasibku , kawan. Sejak k ita keluar dari PERURI, hanya tiga hari saya berada di dompet yang bersih dan bagus. Hari berikutnya saya sudah pindah ke dompet tukang sayur yang kumal. Dari dompet tukang sayur, saya beralih ke kantong plastik tukang ayam. Plastiknya basah, penuh dengan darah dan taik ayam.
Besoknya lagi, aku dilempar ke plastik seorang pengamen, dari pengamen sebentar aku nyaman di laci tukang warteg. Dari laci tukang warteg saya berpindah ke kantong tukang nasi uduk. Begitulah perjalananku dari hari ke hari. Itu makanya saya bau, kumal, lusuh, karena sering dilipat-lipat, digulung-gulung, diremas-remas. ......" 

Uang seratus ribu mendengarkan dengan prihatin.: "Wah, sedih sekali perjalananmu, kawan! Berbeda sekali dengan pengalamanku. Kalau aku ya, sejak k ita keluar dari PERURI itu, aku disimpan di dompet kulit yang bagus dan harum. Setelah itu aku pindah ke dompet seorang wan ita cantik. Hmmm... dompetnya harum sekali. Setelah dari sana, aku lalu berpindah-pindah, kadang-kadang aku ada di hotel berbintang 5, masuk ke restoran mewah, ke showroom mobil mewah, di tempat arisan Ibu-ibu pejabat, dan di tas selebritis. Pokoknya aku selalu berada di tempat yang bagus.

Jarang deh aku di tempat yang kamu cerita kan itu. Dan...... aku jarang lho ketemu
sama teman-temanmu. " 

Uang seribu terdiam sejenak. Dia menarik nafas lega, katanya : "Ya. Nasib kita memang berbeda. Kamu selalu berada di tempat yang nyaman. 

Tapi ada satu hal yang selalu membuat saya senang dan bangga daripada kamu!"  

"Apa itu?" uang seratus ribu penasaran. 

"Aku sering bertemu teman-temanku di kotak-kotak amal di mesjid atau di tempat-tempat ibadah lain. Hampir setiap minggu aku mampir di tempat-tempat itu. Jarang banget tuh aku melihat kamu atau teman-teman kamu disana....."  
____________ _
Wassalam,
Jr_ 
(Sumber : Milis)

Ketika Tuhan Mengatakan "Tidak"

Ya Tuhan ambillah kesombonganku dariku.
Tuhan berkata, "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya."

Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat.

Tuhan berkata, "Tidak.Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara."

Ya Tuhan beri aku kesabaran.
Tuhan berkata, "Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan; tidak diberikan,kau harus meraihnya sendiri."

Ya Tuhan beri aku kebahagiaan.
Tuhan berkata, "Tidak. Kuberi keberkahan,kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri."

Ya Tuhan jauhkan aku dari kesusahan.
Tuhan berkata, "Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada Ku."

Ya Tuhan beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat.
Tuhan berkata, "Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal."

Ya Tuhan bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku.
Tuhan berkata... "Ahhhh, akhirnya kau mengerti !"

Sumber : Milis

Selasa, Maret 24, 2009

Kristus dan Burung Undan

Oleh : Will Hoffsuemmer

Sebuah dongeng lama dari Afrika menceritakan tentang suatu daerah yang dilanda bencana kelaparan. manusia dan binatang kelaparan sampai mati. Setiap orang cemas akan hidupnya dan memikirkan apa yang seharusnya mereka lakukan agar tetap hidup.

Di daerah ini ada seekor burung undan yang tidak menemaskan kelangsungan hidupnya. Ia sebaliknya mencemaskan kelangsungan hidup anak-anaknya yang masih kecil. hari demi hari dia terus terbang mencari makanan bagi anak-anaknya. Tapi kemudian burung undan itu tidak lagi menemukan makanan. Dalam keadaan terdesak itu dia melubangi dadanya sendiri dengan paruhnya sehingga anak-anaknya bisa menghisap darahnya sendiri sebagai makanan demi kelangsungan hidup anak-anaknya.

Ketika bencana kelaparan itu berlalu, anak-anaknya telah menjadi kuat dan mampu terbang untuk mencari hidupnya sendiri. Burung undan itu telah memberikan darah kehidupannya demi kehidupan anak-anaknya.

Begitulah Kristus. Dia mati di salib demi kita umat manusia. Karena bilur-bilur-Nya, kita hidup.
















Lidah yang Bercabang

Seorang Imam terbaring tak berdaya di ambang ajal karena patah semangat. Lidah-lidah yang bercabang telah merusakkan hidup dan karyanya. Seorang perempuan yang adalah salah seorang pelaku utama, datang emmohon pengampunan. “Pater,” katanya, “Saya mohon ampun atas dosa-dosa saya telah mencemarkan anam baik Pater. Apakah yang harus saya lakukan guna memulihkan nama baik Pater?”

Sang Imam menarik bantal dari bawah kepalanya yang elmah dan memberikan bantal tersebut kepada perempuan itu seraya berkata, “Naiklah ke atas menara gereja, bukalah kurung bantal ini dan hamburkanlah semua bulu-bulu angsa isinya.”

Perempuan itu melakukan seperti yang diperintahkan imam tersebut. Angin yang berhembus kencang segera menyerakkan bulu-bulu angsa ke segala penjuru. kemudian ia kembali pada sang Imam. “Sekarang,” kata iamam kepadanya, “pergi dan kumpulkanlah semua bulu-bulu angsa itu dan masukkan kembali ke dalam kurung bantal.” “Tetapi, Pater, itu tidak mungkin,” sanggah si perempuan, “angin telah menyerakkan bulu-bulu angsa ke segenap penjuru kota.”

“Demikian juga, adalah tidak mungkin engkau mendapatkan anama baikku kembali,” kata imam.

Orang spanyol mengatakan, “Siapa yang menceritakan gosip kepadamu, akan juga menggosipkanmu.” Orang Italia mengatakan, “Lidah tak bertulang, namun dapat meremukkan tulang-tulangmu.” Orang Cian mengatakan, “ Tuhan memberi manusia dua telinga dan hanya satu mulut. Mengapakah tidak mendengarkan dua kali lebih banyak daripada berbicara?”

Sumber : www.yesaya.indocell.net